Highlight

Jawaban Bupati Magetan Soal Surat Terbuka dari Warga, Begini Penjelasannya!

gridart 20251210 192742565

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti (Bunda Nanik), memberikan jawaban resmi terkait surat terbuka yang dilayangkan oleh sejumlah elemen masyarakat.

Melalui keterangan tertulisnya, ia menegaskan bahwa kritik dan saran merupakan bagian dari napas demokrasi yang sehat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

​”Terima kasih masih ada warga yang peduli. Ini berarti ruang demokrasi dan transparansi di Magetan berjalan dengan baik. Jawaban ini adalah komitmen kami untuk menyediakan informasi yang utuh dan menghindari disinformasi,” kata Bunda Nanik, Sabtu (11/4/2026).

​Terdapat empat poin krusial yang diklarifikasi oleh Pemerintah Kabupaten Magetan guna meluruskan opini publik yang berkembang:

​1. Evaluasi Menyeluruh Penanganan Banjir

​Terkait musibah banjir yang sempat melanda, Bunda Nanik menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin terjebak dalam permainan saling menyalahkan. Saat ini, Pemkab fokus pada evaluasi teknis mulai dari sistem irigasi, drainase, hingga penegakan aturan lahan.

​Ia memastikan bahwa solusi jangka pendek dan panjang sedang dipetakan berdasarkan skala prioritas. “Pemerintah memastikan tidak ada rumah warga yang belum dibersihkan dari lumpur. Meski penanganan mungkin belum memenuhi ekspektasi semua pihak, upaya mitigasi terus berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

​2. Klarifikasi Agenda di Jakarta: Bukan Sekadar Seremonial

​Menanggapi sorotan publik terkait kegiatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan pertemuan Forum Pawitandirogo pada 17-19 mendatang, Bunda Nanik menjelaskan bahwa agenda tersebut memiliki misi strategis.

​Promosi Budaya & Investasi: Kegiatan di TMII merupakan agenda rutin Pemprov Jatim untuk mempromosikan potensi daerah secara bergilir.

​Lobi Infrastruktur: Forum Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo) kali ini menjadi sangat penting karena akan dihadiri oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

​Efisiensi Tempat: Ia membantah penggunaan gedung mewah. Acara dilaksanakan di Anjungan Jatim TMII dan fasilitas milik TNI AU di kawasan Halim Perdana Kusuma.

​”Ini adalah upaya jemput bola untuk mengatasi keterbatasan fiskal daerah dengan memaparkan langsung kendala infrastruktur di hadapan pemangku kepentingan tingkat nasional,” jelas Bupati Magetan.

​3. Transparansi Anggaran dan Efisiensi Perjalanan Dinas

​Bunda Nanik menyadari bahwa di tengah gejolak ekonomi global, perjalanan dinas sering dianggap tidak populis. Namun, ia menekankan bahwa efisiensi dilakukan dengan cara lebih selektif terhadap urgensi dan rasionalitas kegiatan.

​Terkait anggaran bencana, Pemkab telah menyiapkan Dana Bantuan Tak Terduga (BTT) sesuai proyeksi mitigasi tahunan. “Harapan kita dana tersebut tidak terpakai sepenuhnya karena kita semua berdoa Magetan dijauhkan dari bencana,” ungkapnya.

​4. Magetan Kumandang yen Kabeh Tumandang

​Sebagai penutup, Bunda Nanik mengajak seluruh elemen masyarakat, baik yang tinggal di Magetan maupun di perantauan untuk terus bersinergi. Semangat gotong royong ini menjadi landasan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal.

​”Tiada yang lebih penting bagi kami selain memberikan rasa aman, nyaman, dan selamat bagi warga. Kami menghargai setiap kritik sebagai bentuk kecintaan terhadap kemajuan Magetan,” pungkasnya. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!