Job Fair Besar-Besaran, Strategi Pemkot Surabaya Tekan Pengangguran lewat Horeca dan Ekspor
SURABAYA | INTIJATIM.ID – Pemkot Surabaya semakin agresif dalam memperluas lapangan kerja bagi warga lokal. Tak sekadar membuka lowongan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kini mengintegrasikan sektor industri, rantai pasok perhotelan, hingga pasar ekspor untuk memastikan warga ber-KTP Surabaya menjadi tuan rumah di kotanya sendiri.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeca). Melalui kerja sama ini, kebutuhan dapur Horeca seperti, sayur-mayur dan bahan pangan lainnya akan disuplai langsung oleh warga Surabaya.
”Sudah ada kesepakatan MoU dengan Horeca. Saya berharap warga Surabaya mengambil peran dalam peluang itu,” ujar Eri Cahyadi di Surabaya, Minggu (5/4/2026).
Generasi muda akan dilatih dan diberikan dukungan teknis agar produk yang dihasilkan memenuhi standar industri perhotelan. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Sebagai bagian dari rangkaian Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival, Pemkot Surabaya menggelar Job Fair besar-besaran pada 7-8 April 2026. Lebih dari 1.000 lowongan kerja tersedia, dengan prioritas utama adalah warga KTP Surabaya lama.
”Orang Surabaya harus kerja. Namun, saya utamakan yang ber-KTP lama, bukan warga yang baru saja pindah ke Surabaya,” tegas Eri yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI.
Menariknya, bursa kerja kali ini juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas (daksa ringan, rungu wicara, dan Down syndrome), sehingga menunjukkan komitmen kota dalam menciptakan pasar kerja yang inklusif.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa kunci pembukaan lapangan kerja baru terletak pada kekuatan ekspor. Jika industri lokal mampu menembus pasar global, maka kebutuhan tenaga kerja otomatis meningkat.
”Banyak produk kita layak ekspor, tapi lemah di kemasan dan presentasi. Itu yang kita perkuat, termasuk kemampuan komunikasi bahasa Inggris,” kata Hebi, Senin (6/4).
Dalam forum ekspor SIL Festival, Pemkot Surabaya juga mempertemukan pelaku industri dengan buyer dari enam negara. Hadir langsung dalam acara tersebut yaitu, Amerika Serikat, Brunei Darussalam, dan Pakistan. Sedangkan Oman, Hong Kong, dan Singapura hadir secara daring.
Bagi warga yang ingin memanfaatkan peluang ini, berikut jadwal seleksinya yaitu pada tanggal 7 April 2026, sesi wawancara langsung di Balai Pemuda. Sedangkan pada 8 April 2026, adalah seleksi lanjutan di Grand City bagi peserta yang lolos tahap awal. (Rwy/IJ)
![]()



Post Comment