Highlight

Pantau TKA di Surabaya, Mendikdasmen: Siswa Antusias, Bukan Sekadar Ukur Akademik

oplus 16908288

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP hari kedua di SMPN 1 Surabaya, pada Selasa (7/4/2026).

​Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti berdialog langsung dengan para peserta ujian. Pun, mengaku terkesan dengan optimisme para pelajar yang menganggap soal-soal TKA relatif mudah untuk dikerjakan.

​”Mereka sangat semangat. Respons positif ini menjadi indikasi bahwa TKA mampu memantik gairah belajar, bukan beban. Siswa justru berharap agenda ini rutin dilaksanakan sebagai bekal ke jenjang lebih tinggi,” ujar Abdul Mu’ti.

​Secara konseptual, TKA tahun ini hadir dengan cakupan yang lebih luas. Mendikdasmen menyebut, tidak hanya fokus pada Matematika dan Bahasa Indonesia, soal-soal yang diujikan juga memotret aspek literasi, numerasi, karakter, hingga lingkungan belajar.

Abdul Mu’ti menjelaskan, adanya pembagian wewenang dalam penyusunan soal untuk memastikan validitas data. “Soal disusun oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk jenjang SMP. Sedangkan soal untuk jenjang SD disusun oleh Pemerintah Kabupaten/Kota (skala pengukuran tingkat daerah),” jelasnya.

​Menariknya, hasil TKA kini mulai terintegrasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). “Jika sebelumnya jalur prestasi hanya bersandar pada nilai rapor, kini nilai TKA menjadi komponen tambahan. Ini adalah upaya kami menghadirkan sistem yang lebih inklusif dan berkeadilan,” tegas Abdul Mu’ti, (7/4).

​Selain memotivasi siswa, Menteri Abdul Mu’ti juga memastikan kesiapan infrastruktur di SMPN 1 Surabaya, mulai dari laboratorium komputer hingga jaringan teknis. Meski secara nasional berjalan lancar, terdapat masukan mengenai durasi waktu pengerjaan soal yang akan menjadi bahan evaluasi terkait manajemen waktu siswa ke depan.

Sementara itu, ​Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menambahkan bahwa kehadiran Menteri memberikan dorongan moral yang signifikan. Menurutnya, para siswa mengikuti TKA tanpa merasa tertekan.

​”Siswa seperti merindukan suasana evaluasi yang kompetitif namun sehat. Perlu digarisbawahi, TKA tidak menentukan kelulusan karena itu tetap wewenang sekolah. TKA berfungsi sebagai nilai tambah, khususnya untuk jalur prestasi,” tandasnya. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!