Highlight

Permohonan Terbuka untuk Bupati Magetan

oplus 16908288

PERMOHONAN TERBUKA KEPADA BUNDA

“Haruskah Pejabat Magetan Berangkat ke Jakarta Saat Rakyat Terendam Banjir?” 

Menyikapi rencana kehadiran jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten Magetan dalam acara Halal Bihalal Warga PAWITANDIROGO di Jakarta pada 19 April 2026 mendatang, kami dari Forum Rumah Kita ingin menyampaikan sebuah permohonan dengan sangat, yang lahir dari rasa prihatin dan empati mendalam terhadap kondisi riil masyarakat di daerah.

1. Prioritas yang Terabaikan: Rakyat Sedang Berjuang Melawan Banjir

Dengan segala hormat, saat ini Magetan sedang tidak baik-baik saja. Beberapa pekan terakhir, banjir telah melanda sejumlah titik, mulai dari area pemukiman hingga infrastruktur vital. Curah hujan yang ekstrem telah membuktikan bahwa sistem drainase kita belum siap.

Di saat rakyat sedang sibuk membersihkan sisa lumpur, mengkhawatirkan harta benda yang rusak, dan dihantui ketakutan akan banjir susulan, rasanya sangat kurang bijak jika para pengambil kebijakan justru meninggalkan daerah untuk acara seremonial di Jakarta. Kami memohon, tetaplah di Magetan. Fokuskan seluruh energi, pikiran, dan kehadiran fisik Bapak/Ibu untuk memastikan normalisasi saluran dan penataan ruang benar-benar dikerjakan dengan “sepenuh hati.”

2. Pertanyaan Besar Mengenai Out-put dan Transparansi Biaya

Kami memohon agar dilakukan evaluasi yang jujur: Apa sebenarnya output kongkret bagi kesejahteraan rakyat Magetan dari kehadiran di acara tahunan tersebut?

Data yang Kabur: Dari tahun ke tahun, keikutsertaan dalam acara serupa belum menunjukkan dampak signifikan pada data ekonomi atau investasi yang masuk secara transparan ke Magetan.

Transparansi Anggaran: Biaya perjalanan dinas, akomodasi, dan operasional rombongan pejabat bukanlah jumlah yang kecil. Hingga saat ini, publik tidak pernah mendapatkan laporan transparan mengenai berapa biaya yang dihabiskan untuk seremoni semacam ini dan apa hasilnya bagi rakyat.

3. Lebih Baik Dialokasikan untuk Penanganan Bencana

Dana yang sedianya digunakan untuk memberangkatkan rombongan pejabat ke Jakarta akan jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk memperkuat dana Belanja Tak Terduga (BTT) atau percepatan infrastruktur penanggulangan banjir. Rakyat lebih butuh kepastian bahwa rumah mereka tidak akan terendam lagi daripada sekadar melihat foto pejabatnya bersilaturahmi di gedung mewah di Jakarta.

Kesimpulan: Sebuah Ajakan Untuk Empati

Silaturahmi memang mulia, namun bagi seorang pemimpin, silaturahmi yang paling agung adalah duduk bersama rakyat yang sedang kesusahan.

Kami memohon dengan sangat kepada Bunda Nanik Sumantri: Tetaplah di Magetan. Pimpinlah kami melewati masa sulit ini. Tunjukkan bahwa prioritas Ibu adalah keselamatan dan kenyamanan warga Magetan, bukan sekadar memenuhi undangan yang manfaat datanya masih dipertanyakan.

Jangan biarkan rakyat merasa “anak tiri” karena Ibunya lebih memilih hadir di TMII daripada meninjau saluran air yang tidak jelas arahnya pengelolaanya.

Dari: Forum Rumah Kita

Kancane Wong Magetan, Pengawal Integritas Daerah.

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!