Highlight

Pimpinan Muhammadiyah Bekasi Siapkan 12 Titik Shalat Idul Fitri pada 20 Maret 2026

gridart 20260316 171543291

JABAR | INTIJATIM.ID – Menyongsong hari kemenangan 1 Syawal 1447 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi telah mematangkan persiapan teknis bagi umat Muslim di wilayah tersebut. Sebanyak 12 lokasi strategis disiapkan untuk pelaksanaan sholat Idul Fitri yang dijadwalkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sekretaris PDM Kabupaten Bekasi, Dr. Ferryal Abadi, menegaskan bahwa fasilitas ibadah ini dibuka seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas bagi warga Muhammadiyah semata.

​”Kami mengundang seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk bersama-sama melaksanakan sholat Idul Fitri di titik-titik yang telah kami sediakan. Mari kita rayakan hari raya ini dengan penuh kegembiraan dan spirit ukhuwah,” ujar Dr. Ferryal saat memberikan keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

​Lebih dari sekadar ritual tahunan, momentum lebaran kali ini juga menjadi ajang solidaritas kemanusiaan. Dr. Ferryal mengajak jamaah untuk menyelipkan doa khusus bagi rakyat Palestina di tengah gema takbir.

​”Di hari yang fitri nanti, mari kita pererat silaturahmi, saling memaafkan, dan jangan lupakan saudara-saudara kita di Palestina. Kita berdoa agar mereka segera diberikan kemerdekaan dan kemenangan,” jelasnya penuh khidmat.

​Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan, terutama bagi warga yang sedang melaksanakan tradisi mudik ke kampung halaman,” ungkap Dr. Ferriyal.

​Berikut 12 titik lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di bawah koordinasi PDM Kabupaten Bekasi yaitu, PCM Grand Wisata, PCM Tambun Selatan, dan PCM Tambun Utara, PCM Cikarang Utara, PCM Cibitung, PCM Karang Bahagia, dan PCM Setu, PCM Sukakarya, PCM Cibarusah, serta di SD Muhammadiyah 01 Setu dan SD Muhammadiyah 02 Tambun Utara.

​Terkait potensi perbedaan hari raya dengan ketetapan Pemerintah, Dr. Ferryal menjelaskan bahwa Muhammadiyah konsisten merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Jika Muhammadiyah menetapkan Jumat (20/3), Pemerintah diprediksi akan menetapkan Sabtu (21/3) sembari menunggu hasil sidang isbat.

​Dosen Universitas Esa Unggul ini memaparkan bahwa penggunaan KHGT adalah langkah progresif untuk menyatukan umat Islam secara global dalam satu sistem penanggalan yang pasti, layaknya kalender masehi.

​”Ini adalah wujud komitmen menuju penyatuan sistem penanggalan Hijriah. Selama ini perbedaan sering terjadi karena belum adanya sistem tunggal di skala dunia. Namun, perbedaan adalah rahmat yang harus disikapi dengan kedewasaan beragama,” pungkasnya. (OP/IJ)

source: siberindo

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!