Highlight

Putus Rantai Pasung, Yankes Bergerak Jatim Sasar ODGJ di Pulau Raas

img 20260413 wa0057

​SUMENEP | INTIJATIM.ID – Komitmen Pemprov Jatim dalam memerangi praktik pasung dan meningkatkan derajat kesehatan jiwa terus merambah ke wilayah kepulauan. Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (Yankes Bergerak) Dinas Kesehatan Provinsi Jatim melakukan aksi jemput bola menyasar pasien gangguan jiwa di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep. Minggu (12/4/2026).

“​Langkah ini diambil untuk memastikan warga di wilayah terpencil mendapatkan akses layanan psikiatri yang setara dengan wilayah daratan,” kata Syaifudin Ridwan, perwakilan Dinkes Provinsi Jatim.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan home visit kali ini memprioritaskan lima pasien dengan kriteria khusus. Diantaranya, warga eks-pasung, pasien dengan risiko kembali dipasung, dan pasien yang mengalami kendala kepatuhan minum obat.

​Hasilnya pun cukup menggembirakan. Dua pasien eks-pasung yang dikunjungi menunjukkan kemajuan signifikan. Mereka kini mulai mandiri, produktif, dan tidak lagi menunjukkan perilaku agresif yang meresahkan masyarakat sekitar.

​Tak hanya fokus pada pengobatan (kuratif), tim Yankes Bergerak juga menggencarkan upaya pencegahan (preventif). Sebanyak 20 ibu hamil dan 97 siswa sekolah di Pulau Raas menjalani skrining kesehatan jiwa.

​”Kami tidak hanya melakukan penanganan langsung, tetapi juga memperkuat edukasi agar masyarakat memahami pentingnya kesehatan jiwa sejak dini,” jelas Syaifudin.

​Kegiatan skrining dan penyuluhan ini tersebar di beberapa titik strategis, meliputi Puskesmas Raas, Balai Desa Alasmalang, Poteran, dan Brakas, serta Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Ahyar (jenjang MTs, MA, dan SMA).

​Apresiasi datang dari Pengelola Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Raas, A. G. Falanoe Lutfi. Ia mengakui bahwa tantangan geografis di wilayah kepulauan seringkali menjadi penghambat bagi tenaga kesehatan lokal untuk memantau pasien secara rutin.

​”Kehadiran tim provinsi sangat membantu kami menjangkau pasien-pasien yang selama ini sulit diakses. Kami berharap program kolaboratif seperti ini terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas lagi,” ungkap Lutfi, Senin (13/4).

​Melalui integrasi layanan antara kunjungan rumah dan skrining massal, diharapkan Pulau Raas dapat menjadi wilayah yang lebih inklusif dan sadar akan pentingnya kesehatan mental bagi seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya. (Say/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!