Highlight

Slogan “Sing Akur Kabeh Sedulur”, 13 Perguruan Silat di Magetan Deklarasikan Damai

img 20260411 wa0038

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Gemuruh persaudaraan menyelimuti Pendopo Kabupaten Magetan pada Kamis (9/4/2026). Masih suasana di bulan Syawal 1447 Hijriah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magetan sukses menggelar Halal Bihalal bersama keluarga besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Magetan.

Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Sebanyak 13 perguruan pencak silat yang bernaung di bawah IPSI Magetan resmi mengikrarkan Deklarasi Damai, sebuah komitmen tertulis untuk menjaga kondusivitas dan keamanan wilayah di Bumi Magetan.

​Deklarasi yang dibacakan bersama tersebut memuat sembilan poin krusial. Beberapa di antaranya menekankan pada kepatuhan hukum, penolakan terhadap provokasi hoaks, hingga larangan penggunaan atribut yang bersifat rasis atau menyinggung perguruan lain.

​Poin penting lainnya menegaskan bahwa setiap permasalahan hukum yang melibatkan anggota merupakan tanggung jawab individu dan harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, bukan menjadi konflik antar organisasi.

​Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pendekar silat di Magetan yang selama ini mampu menahan diri dan menjaga harmoni.

​”Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar perguruan pencak silat. TNI-Polri siap mengawal dan mengamankan wilayah Magetan. Mari kita jaga daerah ini agar tetap aman, sejuk, dan damai sesuai slogan ‘Sing Akur Kabeh Sedulur’,” tegas Kapolres Magetan.

​Senada dengan Kapolres, Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti menekankan bahwa kerukunan antar perguruan silat adalah fondasi penting bagi stabilitas daerah. Menurutnya, pencak silat bukan hanya soal bela diri, tapi juga tentang pembentukan karakter yang selaras dengan pembangunan daerah.

​”Tema acara ini, ‘Sing Akur Kabeh Sedulur’ (Yang Rukun Semua Bersaudara), harus menjadi semangat kita bersama untuk mewujudkan Magetan yang nyaman, maju, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

​Kegiatan ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Magetan, jajaran Forkopimda, serta Kepala OPD terkait. Melalui momentum ini, Magetan kembali menegaskan posisinya sebagai wilayah yang mengedepankan dialog dan persaudaraan di tengah keberagaman organisasi bela diri. (Bgs/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!