MAGETAN | INTIJATIM.ID – Seleksi Terbuka dan Kompetitif Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Magetan terus bergulir. Dari 8 orang peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi, satu diantaranya dinyatakan gugur karena tidak mengikuti Penilaian Kompetensi Manajerial dan Sosio Kultural (Assessment Center).
Namanya, Ansar Rasidi, sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Madiun. Dia tidak hadir saat penilaian tahapan berikutnya, yakni Asesment Center di Aula Lantai 5, Gedung Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur Surabaya, pada Kamis (28/08) kemarin.
“Iya benar, karena tidak hadir saat seleksi assessment, maka otomatis gugur,” kata Sekretaris Sekretariat Pansel, Masruri, Jumat (29/8/2025).
Dikatakan Masruri, peserta hanya memberitahukan ketidakhadirannya melalui aplikasi perpesanan Whatsapp. “Hanya pemberitahuan lewat WA, mengenai alasannya bisa ditanyakan yang bersangkutan,” jelasnya.
Dengan berkurangnya satu peserta, maka jumlah yang terus mengikuti seleksi adalah 7 orang yang kesemuanya, pejabat di lingkup Pemkab Magetan. Diantaranya, Eko Muryanto (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Magetan), Joko Trihono (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan), Welly Kristanto (Kepala Dinas Perhubungan Magetan), Parminto Budi Utomo (Kepala Dinas Sosial Magetan), Benny Adrian (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Magetan), Cahaya Wijaya (Kepala Diskominfo Magetan, dan Sa’if Muhklisun (Kepala Dinas Lingkungan Hidul dan Pangan Kab Magetan).
Setelah assessment, peserta akan mengikuti tahapan lanjutan yaitu, Penulisan Makalah, Uji Kompetensi Bidang/Teknis (Pemaparan Makalah dan Wawancara), dan pengumuman hasil akhir seleksi. Selanjutnya diputuskan 3 nama untuk disodorkan kepada Bupati Magetan. (Red/IJ)