Syarat Mitra BGN Sampai 1,3 Miliar, SPPG Dahlia Layani Ribuan Porsi Makanan Bergizi

NGAWI | INTIJATIM.ID – Tiga minggu pasca peluncuran, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dahlia yang berlokasi di Desa Sumengko, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, menunjukkan kinerja yang menjanjikan.

Unit dapur yang menjadi bagian dari Program Bergizi Gratis Nasional (BGN) ini tercatat telah menyalurkan 2.691 porsi makanan bergizi setiap harinya, ke 60 titik sekolah di wilayah setempat.

Pendiri Dahlia Grup, Agus Musa, yang juga menjabat Ketua Yayasan Darul Ummah dan SBK, menyebut kapasitas produksi dapur sebenarnya bisa mencapai 3.500 porsi per hari. Namun, untuk menjaga kualitas dan kesiapan tenaga kerja, pihaknya memilih menerapkan pelayanan secara bertahap.

“Fokus kami adalah pelayanan, bukan sekadar kuantitas,” ujar Agus Musa, Jumat (29/8/2025).

Ia mengungkapkan, di awal operasional, proses distribusi makanan sempat terkendala karena keterbatasan armada. “Dulu hanya dua kendaraan, sekarang sudah tiga. Ini penting agar makanan sampai tepat waktu,” jelasnya.

Terkait isu makanan basi yang sempat mencuat, Agus menyebut, hal itu akibat ketidaktahuan pihak sekolah tentang penggunaan cuka pada beberapa menu. Karena pengawasan mutu makanan dilakukan setiap hari melalui sampel harian.

Agus juga mengungkapkan, untuk bisa menjadi mitra program BGN, modal awal yang dibutuhkan cukup besar. Di lokasi dapur Sumengko, pihaknya menggelontorkan dana hingga Rp1,3 miliar. “Besarnya tergantung kondisi awal tempat. Di sini butuh renovasi besar, sementara di lokasi lain seperti Kandangan cukup Rp800 juta,” ungkapnya.

Selain itu, kata Agus, mitra bertanggung jawab penuh terhadap kerusakan alat makan. “Karena kami disewa, jadi kalau ada kerusakan, mitra yang harus mengganti, bukan anak atau pihak sekolah,” tegasnya.

Adanya dapur umum ini juga berdampak pada ekonomi warga sekitar, yang sebagian besar berasal dari petani dan pedagang lokal. Pun, sekitar 40-50 tenaga kerja harian dilibatkan dalam enam divisi kerja, dengan upah harian Rp100.000.

“Kami ingin multiplier effect-nya dirasakan langsung oleh warga,” pungkas Agus Musa. (Mei/IJ)

Loading

Leave a Reply

This will close in 1 seconds

error: Content is protected !!