Aksi Protes: Tak Kunjung Dibangun, Warga Selopuro Tanam Pohon Pisang di Bahu Jalan
NGAWI | INTIJATIM.ID – Warga Dusun Jetak, Dukuh Gempolrampah, Desa Selopuro, Kabupaten Ngawi, menggelar aksi protes unik dengan menanam pohon pisang di badan jalan dusun, sepanjang kurang lebih 750 meter. Aksi itu dilakukan lantaran warga kesal karena janji pembangunan jalan oleh Pemerintah Desa tak kunjung terealisasi.
Menurut keterangan warga, janji perbaikan jalan tersebut sudah berulang kali disampaikan oleh Pemerintah Desa, namun hingga kini belum ada pelaksanaan di lapangan.
“Ya ini bentuk protes warga, janjinya bulan Mei terus mundur sampai September, dan ini sudah akhir tahun belum juga terlaksana, padahal ini akses penghubung utama kami,” ujar Yono warga setempat saat ditemui di lokasi. Rabu (13/11/25).
Kondisi jalan yang rusak semakin parah saat musim hujan, membuat warga semakin kesal. Sebagian warga bahkan menuding Pemerintah Desa hanya memberi janji tanpa kejelasan.
“Bertahun tahun cuma dijanjikan saja, cuma diukur-ukur, katanya di rabat beton tapi enggak ada tindak lanjutnya,” tambah Joko Melon warga lainnya.
Sementara itu, pihak Pemerintah Desa mengaku bahwa pembangunan jalan tersebut sebenarnya sudah diajukan melalui program bantuan provinsi, namun pelaksanaan tertunda akibat refocusing anggaran.
“Kalau pakai DD belum bisa dilaksanakan, karena kalau rabat beton butuh 2 Milyar. Kita sudah ajukan ke provinsi dan harusnya pelaksanaan tahun 2024, tapi karena refocusing anggaran kemungkinan baru bisa terealisasi pertengahan 2025. Ternyata belum ada kejelasan lagi,” terang Sunarno, Kepala Desa Selopuro.
Menurutnya, disposisi dari pemerintah provinsi sebenarnya sudah keluar, namun karena ada pemangkasan anggaran proses pencairan menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur Jawa Timur.
“Sekarang sistemnya lewat SIPD, jadi kalau kita bangun dulu pakai Dana Desa saya khawatir nanti dana dari provinsi turun. Karena tidak bisa dialihkan untuk yang lain dan bisa hangus, makanya kami tunggu kepastian dulu,” jelasnya.
Terkait aksi warga menanam pisang, Sunarno mengaku tidak mempermasalahkan. Namun menyayangkan bentuk protes tersebut. “Kami belum mengambil sikap, tapi nggak apa-apa itu hak warga, cuma saya sayangkan harusnya enggak perlu menanam pisang, bisa minta RT, RW atau Kasunnya di hurug sementara,” pungkasnya. (Mei/IJ)
![]()



Post Comment