Pengumpulan Zakat BAZNAS Ngawi 2025 Capai Rp.4,9 Miliar, Target 2026 Dipatok 6 Miliar
NGAWI | INTIJATIM.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi mencatat capaian positif dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang tahun 2025. Hingga akhir tahun, total pengumpulan sekaligus pendistribusian dana ZIS mencapai Rp4,9 miliar, angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan oleh BAZNAS RI.
Ketua BAZNAS Ngawi, Samsul Hadi, mengatakan bahwa, capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, sekaligus menjadi bukti efektivitas pengelolaan dan pendistribusian dana ZIS di Kabupaten Ngawi.
“Dana sebesar Rp4,9 miliar kami salurkan melalui lima program unggulan BAZNAS Ngawi, yakni Ngawi Cerdas, Ngawi Makmur, Ngawi Takwa, Ngawi Peduli, dan Ngawi Sehat, yang pelaksanaannya tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi,” jelasnya. Selasa (13/1/26).
Pada acara Kick Off Milad Baznas ke 25 di penghujung tahun kemarin, Samsul Hadi mengungkapkan telah mentasyarufkan 10 unit gerobak usaha yang disalurkan ke seluruh kecamatan dengan harapan, program ini mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik serta mengembangkan usaha mikro masyarakat.
Selain itu, BAZNAS Ngawi juga menjalankan program pemberdayaan ternak kambing yang difokuskan di Kecamatan Paron. Dari 15 ekor kambing yang diberikan kepada penerima manfaat, kini jumlahnya telah berkembang menjadi 24 ekor. “Hal ini menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, melalui program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, BAZNAS Ngawi menaruh perhatian besar pada penciptaan muzakki masa depan. Samsul Hadi berharap, mahasiswa dari enam perguruan tinggi swasta di Kabupaten Ngawi dapat memperoleh bantuan zakat untuk menempuh pendidikan strata satu (S1).
“Harapannya, para mustahik ini kelak bisa menjadi sarjana, bertransformasi menjadi muzakki, dan memberi manfaat bagi nusa dan bangsa,” tambahnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Samsul menyebut, BAZNAS Ngawi akan tetap optimistis. Ia juga berharap, sektor zakat, khususnya yang bersumber dari gaji atau tunjangan, tidak terdampak oleh kebijakan efisiensi tersebut.
Sedangkan tahun 2026, BAZNAS Ngawi menargetkan pengumpulan ZIS sebesar Rp.6 miliar. Target ini dinilai realistis mengingat besarnya potensi sektor industri di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
“Di Ngawi terdapat banyak pabrik. Kami membidik potensi zakat karyawan maupun program CSR. BAZNAS hanya mencatat dan mengelola secara kelembagaan sesuai undang-undang, dan dana tersebut akan dikembalikan kepada karyawan atau masyarakat yang berhak,” pungkasnya. (Mei/IJ)
![]()



Post Comment