Highlight

Akses Pegunungan Jadi Prioritas, Desa Kare Manfaatkan Dana BKK untuk Peningkatan Jalan

gridart 20260115 212821286

MADIUN | INTIJATIM.ID – Kondisi geografis Desa Kare yang berada di lereng Gunung Wilis menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dalam menjaga konektivitas antarwilayah. Dengan ruas jalan yang panjang dan kontur pegunungan yang melingkar, Pemdes Kare terus mengoptimalkan berbagai sumber anggaran untuk percepatan infrastruktur, termasuk melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Pada tahun anggaran 2025, Desa Kare merealisasikan proyek peningkatan jalan di wilayah RT 27. Pembangunan ini didanai oleh alokasi BKK sebesar Rp100 juta yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten Madiun, Didik Rudianto.

Kepala Desa Kare, Sunarno, menjelaskan bahwa, karakteristik wilayah pegunungan menuntut biaya perawatan infrastruktur yang lebih tinggi dibandingkan wilayah dataran rendah. Selain pengerasan jalan, faktor keamanan seperti pembangunan Tembok Penahan Jalan (TPJ) juga menjadi kebutuhan krusial.

“Untuk desa di daerah pegunungan, kami akan mengalami kesulitan dalam perawatan jalan jika hanya mengandalkan anggaran reguler. Ruas jalan yang ada cukup panjang, belum lagi kebutuhan untuk tembok penahan jalan yang jumlahnya cukup banyak,” ujar Sunarno saat meninjau lokasi pembangunan, pada Minggu (28/12) tahun lalu.

Sunarno juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan dana aspirasi dari pihak legislatif. Menurutnya, bantuan ini menjadi solusi nyata untuk mempercepat aksesibilitas warga di dusun-dusun yang selama ini terhubung melalui jalan-jalan melingkar.

“Memang benar untuk peningkatan jalan di RT 27 ini kita menggunakan dana BKK. Tanpa adanya dana aspirasi seperti ini, percepatan pembangunan di desa kami akan berjalan lebih lambat mengingat luasnya cakupan wilayah yang harus ditangani,” jelasnya.

Realisasi pembangunan jalan ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata di Kecamatan Kare yang dikenal memiliki potensi alam pegunungan.

“​Dengan infrastruktur yang lebih mantap, akses distribusi hasil bumi dari lereng Wilis menuju pusat kota diharapkan menjadi lebih efisien, sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Kare,” tutup Kades Kades. (Utg/Adv)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!