Highlight

Harmoni dari Istiqlal: Masjid Terbesar Asia Tenggara Jadi Saksi Persiapan Imlek Nasional 2026 ​

gridart 20260118 232041562

JAKARTA | INTIJATIM.ID – Gema toleransi bergetar hebat dari jantung ibu kota. Masjid Istiqlal, yang selama ini menjadi simbol kemegahan spiritual umat Islam, bertransformasi menjadi ruang dialog lintas budaya pada Sabtu (17/01/2026).

Di bawah naungan kubah raksasanya, semangat kebangsaan menyatu dalam rapat perdana persiapan Perayaan Imlek Nasional 2026.

​Pertemuan ini bukan sekadar urusan teknis protokoler. Kehadiran para tokoh bangsa di rumah ibadah ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru Nusantara, bahwa Indonesia adalah rumah besar yang merawat perbedaan dengan cinta.

​Dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, rapat berlangsung hangat dan penuh gagasan. Kehadiran tokoh-tokoh kunci menunjukkan betapa seriusnya negara dalam merajut keberagaman. Tampak hadir Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan, Prof. Dr. Mari Elka Pangestu, serta Anggota Wantimpres Gandi Sulistiyanto.

​Sinergi pemerintah juga terlihat dari hadirnya para Srikandi kabinet, mulai dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, hingga Wakil Menteri Diktisaintek Prof. Stella Christie. Tak ketinggalan, dukungan daerah pun mengalir melalui kehadiran Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.

​Dari sisi kemasyarakatan, tokoh-tokoh lintas iman dari PSMTI, INTI, WALUBI, hingga PITI bersatu padu. Kehadiran mereka menegaskan bahwa Imlek adalah momentum milik bersama, sebuah bentuk akulturasi yang telah mengakar dalam sejarah bangsa.

​Dalam diskusi tersebut, disepakati bahwa Imlek Nasional 2026 harus membawa dampak nyata bagi umat dan rakyat. Ada tiga pilar utama yang menjadi ruh perayaan tahun ini, diantaranya memperkuat moderasi beragama dan persaudaraan antarumat, menampilkan jati diri Indonesia yang bhinneka, serta melibatkan UMKM dan komunitas kreatif agar manfaat perayaan dirasakan secara luas.

​Sebagai langkah konkret, rapat menetapkan 28 Februari 2026 sebagai hari puncak Perayaan Imlek Nasional yang akan dipusatkan di Lapangan Banteng, Jakarta.

​Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, resmi ditunjuk sebagai Ketua Panitia. Di bawah kepemimpinannya, perayaan tahun ini diharapkan tampil lebih segar, kreatif, dan inklusif tanpa kehilangan esensi nilai kebangsaannya.

​”Imlek bukan hanya milik satu etnis, melainkan milik Indonesia. Dari Istiqlal, kita tunjukkan pada dunia bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan sekat pemisah,” pesan yang tersirat dari pertemuan tersebut.

​Perayaan ini menjadi pengingat bahwa di tanah air ini, doa-doa dalam berbagai bahasa tetap bermuara pada satu tujuan: persatuan dan kemajuan bangsa. (OP/IJ)

Source: siberindo

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!