UIN Madura Perluas Jejaring Global, Gandeng Universitas Kepemimpinan Global Mesir
PAMEKASAN | INTIJATIM.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus memacu langkah internasionalisasi. Melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), kampus hijau ini resmi menjalin kerja sama akademik dengan Universitas Kepemimpinan Global Mesir.
Sinergi lintas negara tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar secara daring via Zoom Meeting pada Rabu (01/04/2026). Langkah ini diproyeksikan sebagai katalisator dalam memperkuat ekosistem akademik yang berorientasi global.
Kerja sama ini tidak sekadar seremoni di atas kertas. Kedua institusi telah menyepakati sejumlah poin krusial untuk pengembangan mutu pendidikan. Seperti, inovasi pendidikan bahasa Arab yang relevan dengan kebutuhan zaman, penguatan penelitian bersama antar-akademisi kedua negara.
Selain itu, kampus hijau ini juga ingin bertukar dosen dan mahasiswa untuk memperkaya pengalaman internasional. UIN Madura juga akan menyelenggarakan konferensi dan seminar internasional secara berkala.
Wakil Rektor III UIN Madura, Prof. Dr. Muhammad Ali Al Humaidi, M.Si, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian vital dari transformasi kelembagaan.
”Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik yang kolaboratif, sekaligus membuka ruang inovasi dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab yang relevan dengan kebutuhan global,” ujar pria yang akrab disapa Prof. Malhum tersebut.
Senada dengan hal itu, Rektor Universitas Kepemimpinan Global Mesir, Prof. Dr. Abdul Aziz Fathullah Ali Abdul Bari, menyambut antusias kemitraan ini. Menurutnya, kerja sama dengan UIN Madura adalah momentum strategis untuk membangun studi bahasa Arab yang kontekstual dan berdaya saing di kancah internasional,” jelasnya.
Kehadiran jajaran pimpinan dari kedua belah pihak dalam seremoni tersebut menunjukkan komitmen tinggi untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan. Bagi PBA UIN Madura, langkah ini semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai institusi yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global.
“Dengan adanya MoU ini, diharapkan implementasi nyata berupa program pertukaran dan riset bersama dapat segera terealisasi dalam waktu dekat, guna memberikan dampak positif bagi civitas akademika di kedua negara,” ungkap Prof Malhum. (Say/IJ)
![]()



Post Comment