Highlight

Cegah Kebocoran PAD, Wisata Tawun Raup Rp.44 Juta dalam Sehari Melalui E-Ticketing

oplus 16908288

NGAWI | INTIJATIM.ID – Suasana Ahad Legi di kawasan Wisata Tawun, Kabupaten Ngawi, terasa berbeda. Pasar Djadoel yang rutin digelar kali ini mengusung tema Megengan, tradisi masyarakat Jawa menjelang bulan suci Ramadan, Minggu (8/2/2026).

Dalam event tersebut, para pedagang menyajikan aneka makanan khas Megengan seperti berkatan, apem, tebu, dan pisang, yang dibagikan kepada pengunjung. Sajian tersebut menjadi simbol sedekah sekaligus harapan akan keberkahan usaha dan keluarga.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi, Satria Eka Widhiarsa, menjelaskan bahwa setiap penyelenggaraan Pasar Djadoel selalu dibuat bertematik agar memiliki nilai budaya serta daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Megengan ini merupakan bentuk sedekah dan doa menjelang Ramadan. Harapannya membawa keberkahan, khususnya bagi para pelaku usaha dan masyarakat Jawa,” ujarnya.

Selain menghadirkan konsep budaya, pengelolaan Wisata Tawun juga mulai menerapkan sistem e-ticketing sebagai bagian dari inisiasi tata kelola keuangan daerah. Digitalisasi tiket tersebut dilakukan untuk menghindari kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menjalankan amanah Peraturan Daerah tentang retribusi.

“E-ticketing menjadi langkah transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Selain lebih aman, sistem ini juga menghemat penggunaan ATK yang anggarannya dapat dialihkan ke kebutuhan lain,” jelas Satria, Minggu (8/2).

Berdasarkan data pengelola, pada 8 Februari 2026, pendapatan Wisata Tawun tercatat sebesar Rp44.910.000 dengan jumlah pengunjung mencapai 4.491 orang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, yang kerap menggaungkan tagar #PiknikNingNgawiAE, menilai keberadaan Wisata Tawun dan Pasar Djadoel memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

Menurut Wiwien, target PAD Wisata Tawun tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp886.114.000 optimistis dapat tercapai dengan beberapa kali penyelenggaraan Pasar Djadoel dalam setahun.

Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, Wiwien menyebut, Wisata Tawun tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga penggerak ekonomi dan sarana pelestarian budaya lokal di Kabupaten Ngawi.

“Perputaran uang dari event-event ini benar-benar dirasakan warga Ngawi, mulai dari pedagang, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar,” tutupnya. (Mei/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment