Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026: Ribuan Rumah Ibadah Jadi Rumah Singgah Pemudik
JAKARTA | INTIJATIM.ID – Kementerian Agama Republik Indonesia, resmi meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026. Program ini dirancang untuk mengubah wajah masjid dan rumah ibadah menjadi pusat pelayanan umat yang humanis selama masa arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H.
Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Ahmad Jojon Novandri, MA.POL, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat melalui rumah ibadah.
”Program ini bertujuan menampilkan masjid sebagai rumah singgah umat selama perjalanan mudik. Kita ingin mempublikasikan layanan masjid yang inklusif dan membumi,” ujar Ahmad Jojon dalam keterangannya di Jakarta.
Salah satu poin utama dalam EMI 2026 adalah semangat moderasi beragama. Meski bertajuk “Ekspedisi Masjid”, layanan ini bersifat inklusif. Dari total 7.487 rumah ibadah yang disiapkan, terdapat 6.859 masjid dan sisanya merupakan gereja, vihara, serta tempat ibadah lain yang turut membuka pintu bagi para musafir tanpa memandang latar belakang agama.
Program ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 13 Maret hingga 29 Maret 2026 (H-7 hingga H+7 Lebaran). Jojon menyebut, seluruh titik singgah ini akan beroperasi 24 jam penuh dengan fasilitas penunjang yang meliputi area parkir luas dan aman secara gratis, ruang salat yang sejuk, tempat istirahat, dan toilet bersih, serta takjil gratis dan fasilitas pengisian daya (charging) gawai untuk memudahkan koordinasi pemudik,” jelasnya.
Melalui EMI 2026, Kemenag berharap perjalanan mudik tidak hanya sekadar mobilitas fisik, tetapi juga menjadi perjalanan yang bernilai ibadah. Masjid diharapkan kembali ke fungsinya yang mendasar, yaitu menjadi tempat berlindung dan pemberi ketenangan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan (musafir).
Kemenag mengimbau para pemudik untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas ini. “Mari singgah di masjid ramah pemudik, gunakan fasilitas yang ada, dan tetap jaga kesehatan serta keselamatan agar sampai di kampung halaman dengan selamat,” pungkas Ahmad Jojon. (OP/IJ)
![]()



Post Comment