Highlight

Gema Takbir Membumi di Kabupaten Ngawi, Syiar Agama Rayakan Kemenangan Idul Fitri 2026

oplus 16908288

NGAWI | INTIJATIM.ID – Semarak gema takbir menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di Kabupaten Ngawi, tetap digelar meski sempat tertunda akibat keputusan sidang isbat yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026.

Meski rintik hujan membasahi aspal Alun-Alun Merdeka pada Jumat malam (20/3), semangat ribuan warga untuk menyongsong Idul Fitri 1447 H tak sedikit pun luntur. Pawai yang dimulai start dari Masjid Agung Baiturrohman Ngawi dan berakhir di depan SMPN 1 Ngawi, mendapat antusiasme masyarakat sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ungkapan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Ngawi, Roy Rozano, menyampaikan bahwa kegiatan gema takbir diikuti berbagai kelompok pelajar. Totalnya 14 tim, mulai dari tingkat MI/SD sebanyak 7 kelompok, 4 kelompok dari MTs/SMP, serta 3 kelompok dari SMA/MAN turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menyampaikan, bahwa gema takbir tersebut merupakan wujud syiar umat Islam dalam merayakan kemenangan setelah menahan lapar, haus, dan hawa nafsu selama bulan Ramadan.

img 20260321 wa0063
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono (kanan), Saat Memberangkatkan Pawai Takbir, pada Jum’at Malam (20/3/2026).

“Ini salah satu bentuk syiar agama kaum muslim dalam merayakan kemenangan dengan penuh suka cita,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, menyampaikan bahwa meskipun sempat ada penyesuaian jadwal berdasarkan keputusan Kementerian Agama, semangat masyarakat dalam melaksanakan gema takbir tetap tinggi.

“Awalnya sudah dipersiapkan, namun mengikuti hasil dari Kementerian Agama. Meski demikian, semangat masyarakat untuk melaksanakan gema takbir tetap luar biasa, bahkan sudah dua kali bersiap,” jelasnya.

Bupati Ngawi juga menyoroti kondisi global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang masih dilanda konflik dan bencana. Menurutnya, masyarakat Ngawi patut bersyukur karena daerahnya tetap aman dan kondusif.

“Di tengah kondisi beberapa wilayah di Timur Tengah yang belum aman, kita patut bersyukur karena Kabupaten Ngawi selalu dalam keadaan aman,” pungkasnya.

Gema takbir ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus penguat nilai religius di tengah masyarakat, menandai datangnya hari kemenangan dengan penuh khidmat dan kebahagiaan. (Mei/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!