Highlight

Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran 1447 H, Pemkab Ngawi Gelar GPM

oplus 16908288

NGAWI | INTIJATIM.ID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Alun-Alun Merdeka Ngawi. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) ini ditinjau langsung oleh Bupati Ngawi bersama jajaran Forkopimda. Rabu (04/03/2026)

Langkah ini menjadi upaya konkret Pemkab Ngawi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di bulan Ramadan hingga mendekati Lebaran. Sebanyak 22 stan turut berkontribusi menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Seperti diungkapkan Samiyem, warga Beran, mengatakan harga sejumlah bahan pokok di GPM lebih murah dibandingkan pasar tradisional.

“Telur di pasar Rp28 ribu, di sini Rp26 ribu. Gula di pasar Rp17 ribu, di sini Rp16 ribu. Ada selisih harga dari pasar. Beli tidak dibatasi, tapi harus pakai kupon. Lebih murah di sini,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Aning, warga Dumplengan, yang membeli beras untuk keperluan zakat. “Beras juga murah, dapat harga Rp37.500 untuk 3 kilo. Buat zakat nanti, saya sangat terbantu, karena ini kebutuhan pokok,” ungkapnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Ngawi menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang yang terlibat. Ony mengungkapkan, GPM merupakan bagian dari komitmen Pemkab Ngawi dalam menindaklanjuti imbauan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“Ini bagian dari komitmen Pemkab Ngawi. Semua bergerak memastikan harga-harga kebutuhan pangan dalam kondisi stabil,” terang Ony, Rabu (04/03).

Bupati juga menyebut, pelaksanaan GPM tidak hanya dipusatkan di Alun-Alun Merdeka, tetapi juga digelar di sejumlah titik lain seperti Walikukun dan lokasi yang berdekatan dengan pasar tradisional.

“Kita ingin bahan pangan di bulan Ramadan dan mendekati Lebaran dalam kondisi aman, baik dari sisi ketersediaan maupun harga yang relatif stabil. Ini penting untuk menghadirkan kekhidmatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.

Menanggapi keluhan pedagang terkait sulitnya pasokan beberapa komoditas, Bupati Ngawi mengakui adanya keterbatasan pasokan pada komoditas tertentu, terutama cabai. Penurunan produksi di sejumlah daerah sentra akibat faktor cuaca dan lainnya menyebabkan harga cabai mengalami kenaikan di berbagai wilayah.

“Memang ada beberapa komoditas yang pasokannya minim, terutama cabai, sehingga harganya meningkat. Namun untuk kebutuhan pokok lainnya relatif aman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Ony anggaran subsidi dalam pelaksanaan GPM bersumber dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang melekat di masing-masing dinas terkait.

“Kami harap daya beli masyarakat tetap terjaga serta inflasi daerah dapat terkendali jelang Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya. (Mei/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!