Highlight

Kebut Pembangunan KDMP, Kodim Magetan Gandeng Tenaga Ahli dan Berdayakan Tukang Lokal

img 20260131 wa0034

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Magetan kini memasuki babak baru. Melalui mekanisme swakelola padat karya, Komando Distrik Militer (Kodim) setempat resmi ditunjuk sebagai pelaksana langsung pembangunan, mulai dari tahap fondasi hingga penyelesaian akhir (finishing).

​Penunjukan Kodim sebagai pelaksana ini merupakan tindak lanjut dari keputusan bersama beberapa kementerian yang menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai koordinator utama proyek. Di tingkat daerah, Kodim mengemban tanggung jawab penuh untuk memastikan infrastruktur Koperasi Desa (Kopdes) berdiri kokoh sesuai spesifikasi teknis.

​Meski dilaksanakan oleh jajaran TNI, Komandan Kodim (Dandim) Magetan menegaskan bahwa proses pembangunan tetap mengedepankan profesionalitas dengan melibatkan tenaga ahli dan konsultan, baik dari pusat (Agrinas) maupun lokal.

​”Kodim adalah pelaksana pembangunan, namun dalam prosesnya kami melibatkan tenaga ahli dan konsultan. Ini penting untuk menjaga spesifikasi teknis, mulai dari struktur, arsitektur, hingga tahap finishing,” terang Letkol Inf. Hasan Dasuki, dalam sesi wawancara, pada Jumat (30/1/2026).

​Tak hanya soal konstruksi, fungsi pengawasan juga diperketat. Babinsa di tiap titik proyek diinstruksikan untuk melaporkan progres fisik secara berkala, bersinergi dengan aparat desa dan tenaga ahli di lapangan.

​Salah satu poin utama dalam proyek ini adalah penerapan sistem padat karya. Proyek ini tidak menggunakan sistem kerja bakti, melainkan memberdayakan tukang-tukang lokal di sekitar desa yang saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan.

​”Harapannya, warga desa terlibat langsung. Kami mengutamakan tukang dan mandor dari wilayah setempat. Mereka bekerja secara profesional dan dibayar sebagai tenaga kerja. Ini adalah upaya mengoptimalkan potensi lokal,” tambahnya.

​Secara teknis, setiap titik proyek rata-rata menyerap 7 hingga 15 tenaga kerja, tergantung pada beban pekerjaan. Sebagai contoh, pada tahap fondasi, dibutuhkan sekitar 7 hingga 10 orang.

​”Pembangunan dilakukan secara bertahap dan terukur. Setelah fondasi rampung, pengerjaan akan dilanjutkan ke bagian atas yang melibatkan tenaga aplikator khusus untuk pemasangan atap (fabrikasi), serta tenaga ahli untuk instalasi mekanikal dan elektrikal,” jelas Dandim 0804/Magetan.

​Seluruh proses ini dipastikan berjalan di atas rel Detailed Engineering Design (DED) yang telah ditetapkan. Dengan sinergi antara TNI, tenaga ahli, dan masyarakat desa, pembangunan KDM diharapkan tidak hanya sukses secara fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar, ” tandasnya. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!