Highlight

Langganan Banjir: Janji Pembangunan Drainase Tak Kunjung Terealisasi, Desa Tawun Ngawi Diterjang Luapan Air

oplus 16908288

NGAWI | INTIJATIM.ID – Persoalan banjir musiman di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, kembali mencuat. Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi sempat menjanjikan pembangunan drainase pada tahun 2024, hingga memasuki awal tahun 2026 ini, janji tersebut belum juga tampak hilalnya. Dampaknya, warga harus terus berjibaku dengan luapan air yang merendam jalan hingga masuk ke pemukiman setiap kali hujan turun. ​

Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam (2/1/2026). Hujan yang mengguyur sejak pukul 18.30 WIB mengakibatkan debit air meningkat tajam. Sekira pukul 21.00 WIB, air dilaporkan telah meluap dari saluran drainase yang tersumbat dan menggenangi akses jalan desa hingga mengancam masuk ke rumah-rumah warga.

​”Hujan dari jam 18.30, jam 21.00 sudah banjir. Saluran airnya mampet. Katanya mau dibangun, tapi sampai sekarang ya begini saja, ini sampai mau masuk rumah,” keluh salah satu warga dengan nada kecewa.

Hal ini juga diamini ​oleh Kepala Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Ngawi. Purrahman menjelaskan, kondisi ini merupakan masalah menahun yang tak kunjung menemui solusi konkret. Ia pun menyayangkan lambannya realisasi janji pembangunan dari pemerintah daerah.

​”Padahal hujan hanya sekitar dua jam saja sudah menyebabkan banjir. Setiap hujan, drainasenya pasti meluap ke jalan,” jelasnya.

​Lebih jauh, Purrahman mengungkap adanya “abu-abu” kewenangan yang diduga menghambat perbaikan. Lokasi terdampak berada di jalan menuju objek wisata Pemandian Tawun, sehingga muncul ketidakpastian apakah perbaikan tersebut merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Ngawi atau Pemerintah Provinsi.

​”Harapannya drainase segera dibangun karena ini bukan wewenang desa,” tegas Purrahman kepada intijatim.id

​Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ngawi, Mohammad Sadli, menyatakan akan segera melakukan peninjauan lapangan untuk mencari titik temu permasalahan.

​”Ya nanti akan kita cek, aliran airnya dari mana. Kemarin juga sudah ada pintu air yang mati dan sudah kita copot. Sebenarnya tidak biasanya seperti itu,” ujar Sadli saat dikonfirmasi melalui telepon.

Meskipun Pemerintah Daerah sebelumnya telah melakukan upaya normalisasi saluran melalui kerja bakti bersama masyarakat. Namun, melihat realita di lapangan, air tetap meluap dalam durasi hujan yang relatif singkat, sehingga upaya normalisasi tersebut dinilai belum menyentuh akar permasalahan teknis di kawasan wisata tersebut.

Situasi di Desa Tawun menjadi potret nyata perlunya koordinasi lintas sektoral yang lebih lincah. Jika kendala kewenangan menjadi penghambat, maka sinkronisasi antara Pemkab dan Pemprov harus segera dilakukan agar warga tidak menjadi korban ego birokrasi.

​Selain itu, realisasi janji pembangunan yang tertunda sejak 2024 harus menjadi prioritas utama Dinas PUPR Ngawi pada tahun anggaran 2026 ini, mengingat status Tawun sebagai salah satu ikon wisata unggulan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. (Mei/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!