Maniskan Ramadan, Aice Ice Cream Sebar Ribuan Keceriaan di 15 Masjid Sidoarjo
SIDOARJO | INTIJATIM.ID – Kehangatan bulan suci Ramadan 1447 H kian terasa manis di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Melalui program “Alice Peduli Ramadan”, PT Prima Arta Samasta, produsen ice cream merek Alice, konsisten menyebarkan kebahagiaan dengan membagikan ratusan paket es krim gratis kepada jamaah dan santri di belasan titik masjid.
Pada Jumat (27/2/2026), kemeriahan terlihat di Masjid Siti Suci Nur Rohmah (SSNR) Perumahan Magersari. Puluhan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), pengurus takmir, hingga warga sekitar tampak antusias mengantre untuk mencicipi berbagai varian rasa es krim Alice.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh tokoh setempat, termasuk Owner Toko Cahaya Barokah Lestari (CBL), Junaidah dan Gatot Hendro, serta Ketua Takmir Masjid SSNR yang turut terjun membagikan paket es krim kepada anak-anak.
”Alhamdulillah, santri dan warga sangat antusias. Melalui tagline ‘Maniskan Momen Ramadan bersama Alice’, kami ingin berbagi kebahagiaan yang didukung penuh oleh mitra toko kami,” ujar Dwi Hariyanto, Koordinator Lapangan Alice, di sela-sela kegiatan.
Aksi berbagi ini bukanlah hal baru. Dwi menjelaskan bahwa tahun 2026 menandai tahun ketiga Alice konsisten menggelar event Ramadan. Untuk tahun ini, tercatat ada 15 masjid yang menjadi sasaran distribusi, dengan total ratusan porsi per titiknya.
Beberapa lokasi yang telah dan akan dikunjungi antara lain, Masjid Baitussalam, Gemurung, Gedangan. Masjid Miftakhul Abidin, Sedati. Masjid Siti Suci Nur Rohmah, Magersari. Masjid Agung Sidoarjo (Sebagai lokasi puncak/penutup).
Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi antara produsen dan pelaku usaha lokal. Junaidah, pemilik Toko CBL, mengaku senang dapat merekomendasikan wilayah Magersari sebagai salah satu titik aksi sosial ini.
”Kebetulan masjid di sini kegiatannya sangat aktif dan jamaahnya selalu ramai, jadi sangat tepat sasaran,” ungkapnya.
Pihak Alice berharap melalui kegiatan ini, kehadiran produk mereka tidak hanya dipandang sebagai komoditas bisnis, tetapi juga bagian dari masyarakat yang tumbuh bersama.
“Nikmatnya Alice harus bisa dirasakan merata, karena kami berkembang berkat dukungan semua pihak,” pungkas Dwi. (Rwy/IJ)
![]()



Post Comment