Highlight

Masifkan Edukasi TBC, Jajaran Pemkab Magetan Manfaatkan WhatsApp untuk Sosialisasi

oplus 16908288

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Ada pemandangan menarik dalam jajaran status WhatsApp para pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan baru-baru ini. Secara serentak, mereka mengunggah konten edukasi mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC), sebagai langkah strategis untuk mempercepat penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat.

​Aksi kolektif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Kesehatan RI terkait percepatan penanggulangan TBC di Indonesia, dalam rangka menyukseskan program terbaik cepat dari presiden Prabowo Subianto.

Mengingat tingginya penggunaan media sosial di tingkat akar rumput, status WhatsApp dipilih sebagai instrumen sosialisasi karena dinilai lebih personal dan efektif menjangkau masyarakat luas secara cepat.

​Konten yang dibagikan melalui status tersebut mencakup poin-poin krusial yang perlu dipahami masyarakat, di antaranya mengenali ciri-ciri umum TBC agar tidak dianggap sebagai batuk biasa, edukasi pencegahan penyebaran bakteri di lingkungan keluarga dan kerja, serta penekanan bahwa TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang rutin dan tepat secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah atau TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh)

“Salah satu upaya untuk penemuan kasus TB dengan melakukan active case finding (ACF), investigasi kontak erat, pemeriksaan dengan rontgen portable dan lainnya,” kata Rohmad Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan. Kamis (8/01/2026).

Langkah Pemkab Magetan ini mendapat respons positif. Dengan keterlibatan seluruh jajaran birokrasi, pesan kesehatan tidak lagi hanya mengandalkan spanduk atau brosur fisik, melainkan masuk langsung ke ruang privat komunikasi warga.

​”Sosialisasi melalui media digital seperti ini sangat penting. Ini untuk memberikan edukasi sekaligus mengingatkan kepada masyarakat bahwa TBC adalah penyakit yang sudah sangat tua usianya dan mudah menular, serta penyebab kematian tertinggi daripada penyakit menular lainnya,” jelas Rohmat Hidayat, kepada intijatim.id

​Melalui gerakan ini, Pemkab Magetan berharap angka temuan kasus TBC dapat ditekan dan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke Puskesmas semakin meningkat.

“Jumlah kasus TBC di Indonesia menduduki peringkat nomer 2 terbanyak di dunia setelah india. Namun demikian, penyakit TBC ini bisa sembuh asal minum obat sampai tuntas atau TOSS TB,” tandasnya. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!