Mudik Gratis Magetan: 250 Perantau Diberangkatkan, Kuota Terganjal Bayang-Bayang Efisiensi
MAGETAN | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan kembali menggulirkan program rutin “Balik Gratis” untuk mengurai beban transportasi pasca-Lebaran 1447 H. Sebanyak lima armada bus dengan rute Magetan–Surabaya resmi dilepas dari depan Pendopo Surya Graha pada Selasa (24/03/2026).
Mewakili Bupati Magetan, Sekretaris Daerah (Sekda) Welly Kristanto memimpin seremonial pemberangkatan yang didampingi oleh jajaran Forkopimda. Program yang digawangi oleh Dinas Perhubungan ini menyasar 250 warga yang hendak kembali mengadu nasib di ibu kota provinsi setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Dalam sambutannya, Sekda Welly Kristanto menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin keamanan warga saat menempuh perjalanan jauh.
“Hari ini kita berangkatkan lima bus. Tujuannya jelas, membantu saudara-saudara kita agar perjalanan kembali merantau lebih mudah, aman, dan nyaman,” ujar Welly di hadapan para pemudik.
Dengan beralihnya pemudik dari kendaraan roda dua ke bus fasilitas pemerintah, risiko kecelakaan di jalan raya diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Antusiasme tinggi menyelimuti area pendopo kabupaten sejak pagi buta. Ratusan warga tampak memadati lokasi untuk melakukan registrasi ulang, menandai dimulainya perjalanan pulang kampung dalam program Mudik Gratis tahun ini. Salah satunya adalah Ibu Sriyatun, warga Kebaran, Tawang Anom, yang hadir bersama tiga anggota keluarga perempuannya.
Baginya, program ini bukan sekadar transportasi cuma-cuma, melainkan solusi nyata untuk menjaga dapur tetap mengepul di hari raya. Dengan mengikuti mudik gratis, ia dapat mengalihkan anggaran transportasi yang biasanya membengkak saat Lebaran untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.
“Bisa menghemat untuk pengeluaran. Terima kasih banyak bisa mudik gratis, semoga program ini terus berlanjut,” ungkap Sriyatun dengan wajah sumringah saat ditemui di lokasi, Kamis (26/3).
Meski disambut antusias, kapasitas program ini nampaknya belum mampu mengimbangi tingginya animo masyarakat. Dengan hanya 250 kursi yang tersedia baik melalui pendaftaran online maupun offline, angka ini tergolong kecil dibandingkan total jumlah perantau asal Magetan.
Pemerintah daerah bukannya tidak menyadari hal tersebut. Namun, rencana penambahan kuota di masa depan masih dibayangi oleh ketidakpastian fiskal. Karena harus berbenturan dengan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang semakin ketat. (Red/IJ)
![]()



Post Comment