Highlight

Pemerintah Menetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

oplus 16908288

JAKARTA | INTIJATIM.ID – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

​Keputusan ini diambil melalui Sidang Isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis malam (19/3/2026).

​Menteri Agama menjelaskan bahwa penetapan tersebut didasarkan pada hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) di 177 titik yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Berdasarkan laporan dari tim perukyat, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

​”Laporan dari seluruh wilayah, mulai dari Papua hingga Aceh, menyatakan bahwa hilal tidak terlihat atau belum memenuhi kriteria imkanur rukyah. Oleh karena itu, sesuai kaidah fikih, bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers usai sidang.

​Sebagai informasi, kriteria MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Pada pemantauan Kamis petang, meskipun tinggi hilal di beberapa titik sudah di atas 3 derajat, namun parameter elongasi belum mencapai standar minimum tersebut.

​Berbeda dengan ketetapan Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Menyikapi potensi perbedaan jadwal lebaran di tengah masyarakat, pemerintah mengimbau seluruh umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan saling menghormati.

​”Sidang isbat ini adalah sarana musyawarah sekaligus upaya menjaga persatuan umat. Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga toleransi dan menjadikan momen Idulfitri sebagai pemersatu bangsa,” tegas Menag RI.

​Sejalan dengan pengumuman ini, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur dan pengamanan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk mengawal arus mudik yang diprediksi mencapai puncaknya menjelang akhir pekan ini.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan menuju kampung halaman. (OP/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!