Highlight

Satu Wadah, Satu Semangat: 35 Kades Ngawi Resmi Dilantik Jadi Pengurus PKDI 2026–2030

oplus 16908288

NGAWI | INTIJATIM.ID – Peta organisasi perangkat desa di Kabupaten Ngawi memasuki babak baru. Sebanyak 35 Kepala Desa (Kades) resmi dikukuhkan sebagai pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Ngawi, masa bakti 2026–2030.

​Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Pendopo Wedya Graha pada Jumat (30/01/2026) ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi.

​Dari total 217 desa dan kelurahan di Ngawi, 35 Kades terpilih dipercaya mengisi struktur kepengurusan. Posisi nahkoda DPC PKDI Ngawi kini resmi dijabat oleh Djuwadi (Kades Waruk Kalong) sebagai Ketua, didampingi oleh Sugeng Purnomo (Kades Sekarjati) yang mengemban amanah sebagai Sekretaris.

​Salah satu poin krusial dalam pembentukan PKDI Ngawi adalah semangat persatuan. Djuwadi menegaskan bahwa kehadiran PKDI bukan sekadar menambah daftar organisasi, melainkan menjadi wadah integrasi. Organisasi yang sebelumnya ada, seperti AKD (Asosiasi Kepala Desa) dan Papdesi, kini dipastikan melebur ke dalam PKDI.

​”PKDI hadir sebagai wadah yang lebih independen. Di sini kita bisa lebih menyatu untuk menjalankan mandat rakyat melalui desa masing-masing,” ujar Djuwadi optimistis.

​Pasca dilantik, pengurus PKDI Ngawi tidak ingin membuang waktu. Djuwadi menggarisbawahi dua program strategis yang akan menjadi prioritas sinergi dengan pemerintah daerah. Yakni, penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui Koperasi Merah Putih (KDMP), dan ketahanan pangan.

​Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, yang turut menyaksikan prosesi tersebut, memberikan apresiasi tinggi. Ia berharap PKDI mampu menjadi mitra strategis pemerintah kabupaten dalam mempercepat pembangunan.

​”Semoga kehadiran PKDI bisa membersamai program Pemkab Ngawi agar semakin baik. Semangat kebersamaan dan gotong royong adalah modal utama kita dalam membangun daerah,” ungkap Bupati Ony.

​Dengan pengukuhan ini, PKDI Ngawi diharapkan menjadi motor penggerak stabilitas dan inovasi di tingkat desa, demi mewujudkan masyarakat Ngawi yang lebih sejahtera hingga tahun 2030 mendatang. (Mei/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!