Siswa Terancam Pangan Tak Layak, Program MBG di Magetan Jadi Sorotan Dikpora
MAGETAN | INTIJATIM.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi kecukupan nutrisi anak didik, kini justru menuai polemik. Kabar mengejutkan datang dari wilayah Karangrejo, Kabupaten Magetan, di mana ditemukan menu makanan dalam kondisi basi yang dibagikan kepada siswa. Temuan ini sontak memicu kekhawatiran besar di kalangan wali murid dan pemerhati pendidikan.
Kejadian ini terungkap setelah sejumlah wali murid melaporkan kondisi makanan yang tidak layak konsumsi tersebut ke dalam grup jejaring komunikasi sekolah. Salah satu menu MBG yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mantren Karangrejo, ditemukan sudah mengalami kerusakan aroma dan rasa sebelum sampai ke mulut para siswa.
Menanggapi temuan krusial ini, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Magetan, Suhardi, menyatakan telah menerjunkan tim untuk melakukan konfirmasi langsung di lapangan. Ia menegaskan bahwa distribusi dan kelayakan menu adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar, mengingat program ini bersinggungan langsung dengan kesehatan anak didik.
”Kami pastikan anak-anak terlayani dengan baik, bukan hanya dari sisi ketercukupan kandungan gizinya, tapi juga aspek kesehatannya. Informasi mengenai menu basi ini akan menjadi bahan evaluasi serius pada pertemuan hari Jumat mendatang,” tegas Suhardi, Kamis (12/3/2026).
Kritik tajam pun bermunculan terkait lemahnya pengawasan dalam rantai distribusi makanan. Dikpora Magetan menginstruksikan agar para guru di sekolah penerima manfaat tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus lebih proaktif dan selektif sebelum makanan dibagikan kepada siswa.
Para guru diminta untuk mencicipi dan memastikan kualitas menu terlebih dahulu. Hal ini dinilai penting guna mencegah terjadinya kasus keracunan makanan massal yang dapat membahayakan keselamatan jiwa siswa.
”Jangan sampai kasus di daerah lain yang mengalami keracunan makanan merembet ke wilayah kita. Guru harus menjadi filter terakhir untuk memastikan menu tersebut memang layak konsumsi,” ungkap mantan Kepala Arpus Magetan.
Diberitakan sebelumnya, pendistribusian menu MBG dari SPPG Mantren Karangrejo Magetan menuai protes dari wali murid penerima manfaat. Bukannya menu empat sehat lima sempurna, para siswa SMPN 2 Karangrejo hanya menerima paket menu berisi tiga item, seperti kurma, kacang bawang, dan kroket isi sosis.
Keesokan harinya, Kamis (12/3), sejumlah siswa melaporkan menu berbahan ubi ungu ditemukan dalam kondisi basi, hingga membuat salah satu guru peringatan darurat melalui pesan singkatnya guna mencegah potensi keracunan massal.
Kini, masyarakat menanti langkah konkret dan sanksi tegas bagi SPPG jika terbukti lalai dalam menjaga higienitas pangan. Keamanan pangan di sekolah bukan sekadar formalitas program, melainkan pertaruhan terhadap kesehatan generasi masa depan. (Red/IJ)
![]()



Post Comment