Highlight

Stok Aman, Harga Pangan di Magetan Mulai Melandai Pasca Lebaran 2026 ​

oplus 16908288

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Magetan memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di wilayahnya dalam kondisi aman dan terkendali pasca perayaan Idul Fitri 1447 H.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Jumat (3/4), mayoritas harga komoditas pangan justru menunjukkan tren penurunan dibanding masa Ramadhan.

​Dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Magetan sekaligus Kasatgas Pangan, AKP Joko Santoso, petugas menyisir sejumlah titik vital. Mulai dari Pasar Sayur 1 Magetan, gudang distributor sembako, pangkalan LPG, hingga sejumlah SPBU.

​”Secara umum, situasi ketersediaan pangan di Magetan aman. Pasokan mencukupi kebutuhan masyarakat dan kami tidak menemukan adanya penyelewengan signifikan di jalur distribusi,” ujar AKP Joko Santoso, Jumat (3/4).

​Hasil monitoring menunjukkan harga pangan masih berada dalam koridor Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah. Diantaranya adalah, Beras Premium Rp14.900, Beras Medium Rp13.100, Daging Sapi Rp126.000, Cabai Rawit Rp60.000, Bawang Merah Rp36.300, Bawang Putih Rp29.600, Daging Ayam Rp35.000, Telur Ayam Rp25.000.

Meski stok pangan stabil, Satgas Pangan memberikan catatan khusus pada distribusi LPG 3 kg. Walaupun Pertamina menjamin tidak ada pengurangan kuota, ditemukan fakta adanya lonjakan harga di beberapa wilayah akibat ulah spekulan.

​”Kami menemukan adanya aksi pembelian berlebih oleh spekulan yang memicu perbedaan harga di lapangan. Kami akan segera berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan Pemda untuk merumuskan solusi konkret agar harga kembali stabil sesuai aturan,” jelas Joko, selaku Kasat Reskrim Polres Magetan.

​Guna menjaga kondusivitas ini, Satgas Pangan yang didukung Tim Resmob dan Bhabinkamtibmas akan memperketat pengawasan pada gudang penyimpanan dan agen distributor. Polisi juga memberikan peringatan keras kepada pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan barang.

“​Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Satgas Pangan juga membuka ruang laporan bagi warga yang menemukan adanya indikasi praktik curang atau kenaikan harga yang tidak wajar di lingkungan mereka, ” tandasnya. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!