Highlight

Strategi Terpadu Pemkot Surabaya Atasi Banjir, Dari Koneksi Saluran hingga Tantangan Biaya Operasional

oplus 16908288

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memacu proyek infrastruktur pengendali banjir di berbagai titik rawan genangan. Tidak sekadar mengandalkan pembangunan fisik, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan banjir tahun ini terletak pada sistem integrasi saluran yang terkoneksi dari pemukiman warga hingga ke pembuangan akhir.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri menjelaskan bahwa Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) kini fokus pada sinkronisasi drainase.

​“Saluran yang ada kita koneksikan, setelah itu baru dimasukkan ke rumah pompa dan dibuang ke laut. Inilah yang kita lakukan, koneksi-koneksi itu,” ujar Cak Eri dalam keterangannya pada Kamis (2/4/2026).

​Meski infrastruktur terus dibangun, Pemkot Surabaya menghadapi tantangan baru, seperti, biaya operasional rumah pompa yang tinggi, konsumsi daya listrik yang besar untuk menggerakkan mesin pompa berkapasitas ribuan liter per detik menjadikan beban APBD yang signifikan.

​Guna menyiasati hal tersebut, Cak Eri berencana melakukan koordinasi strategis dengan PLN dan Kementerian terkait. ​“Kami akan berkoordinasi dengan PLN, bisa tidak kalau rumah pompa untuk fasilitas umum ini dikurangi biayanya? Ini tujuannya untuk pelayanan publik, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.

Eri juga menyebut, ​salah satu fokus berat tahun ini adalah kawasan Simo Kalangan, Tanjungsari, dan Kalianak. Pemkot Surabaya menghadapi tantangan sosial yang cukup pelik di Kalianak. Sungai yang mulanya memiliki lebar 30 meter, kini menyempit drastis hingga tersisa 50 sentimeter akibat okupasi pemukiman padat penduduk.

Wali Kota Surabaya mengimbau, agar warga untuk mengedepankan kepentingan bersama dalam upaya penertiban dan pengembalian fungsi saluran ini,” ungkap Cak Eri.

​Berdasarkan data teknis hidrologi perkotaan, efektivitas sebuah rumah pompa sangat bergantung pada kecepatan air mencapai kolam penampungan (long storage). Tanpa koneksi saluran yang mumpuni dari area perkampungan, rumah pompa secanggih apa pun tidak akan bekerja maksimal karena air tertahan di hulu (pemukiman).

Sementara itu, catatan mengenai penambahan kapasitas pompa di wilayah Surabaya Pusat dan Selatan, telah berhasil menurunkan durasi genangan hingga 50% pada tahun sebelumnya. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!