Highlight

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMP di Ngawi Harus Mendapatkan Perawatan

oplus 16908288

NGAWI | INTIJATIM.ID – Sejumlah siswa SMP Al Hijrah Karangasri, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini mencuat setelah para siswa mengeluhkan gejala mual dan pusing pada Jum’at (13/2) malam.

Salah satu siswa, Silvia, mengaku mulai merasakan mual dan pusing setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari lauk rolade, tahu, dan sayur selada wortel.

“Awalnya biasa saja, tapi tadi malam mulai terasa mual dan pusing,” ungkapnya. Sabtu (14/2/25).

Informasi sementara menyebutkan, jumlah siswa yang mengalami gejala serupa masih terus didata. Laporan awal menyebutkan sekitar 14 siswa diduga terdampak, namun angka tersebut masih menunggu laporan resmi dari Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sementara itu, dari sejumlah fasilitas kesehatan menyebutkan di RSUD dr. Soeroto Ngawi, tercatat 9 siswa menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, 1 siswa harus menjalani rawat inap (opname), sementara 8 lainnya masih dalam observasi di UGD.

Selain itu, terdapat 12 siswa yang dirawat di Puskesmas Ngawi Purba, dengan beberapa di antaranya dirujuk ke RSUD. Sedangkan di Puskesmas Padas, tercatat 36 siswa juga menjalani perawatan akibat keluhan serupa.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Soeroto Ngawi, dr. Agus Priambodo, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penanganan medis terhadap para siswa.

“Tadi saya tanya teman-teman, ada 12 dirawat di Puskesmas Ngawi Purba. Ada yang dirujuk ke RSUD, selain itu juga ada di PKM Padas sekitar 36 siswa yang dirawat,” jelasnya.

Agus menegaskan, bahwa secara medis para siswa memang mengalami gejala keracunan makanan. Namun demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan jenis makanan apa yang menjadi penyebabnya.

“Yang jelas keracunan makanan. Kalau dari rumah sakit tidak bisa menduga jenis makanan yang menimbulkannya, karena itu perlu pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan instansi terkait masih melakukan pendataan serta penelusuran lebih lanjut untuk memastikan sumber penyebab dugaan keracunan tersebut. Kondisi para siswa dilaporkan dalam penanganan tenaga medis dan sebagian besar masih dalam observasi. (Mei/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!