Implementasi 5 Hari Sekolah, Pencegahan dan Penanganan ATS di Madiun
MADIUN | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus mematangkan langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang berilmu sekaligus berkarakter mulia. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Pemkab Madiun menggelar kegiatan Pembinaan Kepala Sekolah guna mengoptimalkan implementasi 5 hari sekolah serta memperkuat tata kelola Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Acara yang berlangsung di Gedung Dwija Hayu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jumat (16/10) tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dan Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi. turut mendampingi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Agus Sucipto, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat, serta ratusan kepala sekolah se-Kabupaten Madiun.
Dalam arahannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa pembentukan karakter anak didik menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, kecerdasan akademis harus sejalan dengan moral dan etika yang kuat.
”Karakter itu kunci utama. Bayangkan kalau kita punya anak kok nakal, pasti kita pusing. Meski anak itu tidak terlalu pintar, tapi memiliki karakter itu sudah bagus. Apalagi kalau sudah pintar, berkarakter lagi, itu sangat luar biasa,” ujar Bupati di hadapan awak media.
Guna mewujudkan komitmen tersebut, Pemkab Madiun menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga jajaran pendidik.
Salah satu program unggulan yang didorong bagi siswa muslim adalah gerakan “Ayo Mengaji”, yang bertujuan menanamkan kebiasaan dan budaya mengaji sejak dini.
“Program pembinaan karakter serupa juga disiapkan secara inklusif bagi pelajar nonmuslim sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menyoroti pentingnya penanganan kasus Anak Tidak Sekolah (ATS). Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi agar setiap anak di Kabupaten Madiun minimal dapat menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun, atau bahkan hingga 13 tahun.
Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat Indonesia saat ini tengah berada di puncak masa Bonus Demografi, di mana sekitar 70 persen populasi penduduk berada pada usia produktif.
”Pemanfaatan bonus demografi harus dipersiapkan secara matang. Generasi muda tidak hanya harus berilmu, tetapi juga wajib dibekali pendidikan karakter yang kuat untuk menyongsong Visi Indonesia Emas 2045,” tegas Wabup Madiun.
Melalui sinergi antara kebijakan 5 hari sekolah, penguatan karakter, dan penanganan ATS yang responsif, Pemkab Madiun optimistis mampu melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (Utg/IJ)
![]()



Post Comment