Highlight

Magetan Dikepung Cuaca Ekstrem: Belasan Titik Dilanda Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang

img 20260405 wa0022

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan taringnya di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sejak hingga malam, pada Sabtu (4/4/2026).

Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan serangkaian bencana mulai dari pohon tumbang yang menutup akses jalan utama, banjir luapan di kawasan perkotaan, hingga tanah longsor yang memutus konektivitas antar-desa.

​BPBD Kabupaten Magetan mencatat sedikitnya terdapat 16 titik kejadian yang tersebar di beberapa kecamatan, di mana wilayah Kecamatan Magetan dan Sidorejo menjadi yang terdampak paling parah.

​Sejak pukul 16.30 WIB, rentetan laporan pohon tumbang masuk ke pusat kendali operasi Pusdalop BPBD Magetan. Di Jalan Ringroad Sidorejo dan Jalan Barito, pohon jenis mahoni dan asem dengan diameter mencapai 215 cm juga tumbang hingga menutup total badan jalan.

​”Kejadian ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas sebelum akhirnya Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan evakuasi darurat. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menyoroti kerentanan pohon-pohon besar di pinggir jalan protokol saat menghadapi angin kencang dan hujan lebat,” terang Kalaksa BPBD Magetan, Eka Raditya, pada Minggu (5/4).

Selain itu, ​banjir luapan kembali menjadi momok bagi warga kota Magetan. Sebanyak sembilan lokasi di area perkotaan melaporkan genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 50 cm. Eka menyebut, lokasi terdampak meliputi Jalan Diponegoro, Jalan Patimura, hingga kawasan perumahan Bukit Selosari Permai.

“Fasilitas umum juga tak luput dari dampak ini. Di Jalan Mayjend Sungkono, air setinggi 50 cm dilaporkan merendam Masjid Al-Khoir dan ruang kelas TK Aisyah XI,” jelasnya kepada intijatim.id

Masuknya air ke rumah warga dan fasilitas pendidikan ini memicu pertanyaan kritis mengenai efektivitas sistem drainase perkotaan Magetan yang tidak mampu menampung debit air saat intensitas hujan melonjak tajam.

​Wakil Bupati Magetan, Suyatni, juga terpantau turun langsung memimpin pembersihan drainase di sepanjang jalur Patimura hingga Diponegoro pada Sabtu malam sebagai upaya darurat mempercepat surutnya air.

​Sementara itu, sektor selatan dan barat Magetan terdapat ancaman stabilitas tanah. Salah satunya fi Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, tebing sepanjang 20 meter longsor dan menyeret tiang listrik hingga menutup total akses jalan desa.

“Di Kecamatan Poncol dan Kelurahan Kepolorejo, talud rumah warga dilaporkan ambrol. Pada pukul 19.45 WIB, seluruh titik luapan air dilaporkan telah surut,” ungkap Kalaksa BPBD Magetan.

BPBD menjadwalkan kerja bakti massal dan penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak pada Minggu (5/4) hari 8ni. Pun, meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada mengingat prospek cuaca tiga harian BMKG masih menunjukkan potensi curah hujan tinggi di wilayah Jawa Timur,” tandasnya.

​Kejadian sabtu sore ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih memperkuat mitigasi bencana, khususnya terkait normalisasi saluran air dan pengawasan terhadap pohon-pohon rawan tumbang di sepanjang jalur utama. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!