Highlight

Inovasi Kampung Pancasila, Surabaya Raih Juara 1 Penghargaan Pembangunan Daerah 2026

Inovasi Kampung Pancasila, Surabaya Raih Juara 1 Penghargaan Pembangunan Daerah 2026

SURABAYA | INTIJATIM.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kota Pahlawan berhasil menyabet Terbaik 1 Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 kategori Perencanaan dan Pencapaian Daerah Tingkat Kota dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.

​Piagam penghargaan diserahkan langsung kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam ajang Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026 di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Tak sekadar menerima penghargaan, Wali Kota Eri juga didapuk untuk membagikan pengalaman (knowledge sharing) terkait keberhasilan pembangunan Surabaya di hadapan para kepala daerah se-Indonesia.

​Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, menjelaskan bahwa raihan ini merupakan hasil dari proses penilaian yang panjang, ketat, dan berjenjang oleh Bappenas. Penilaian mencakup kinerja pembangunan, perencanaan, hingga inovasi daerah.

​”Proses seleksinya melalui tiga tahapan, mulai dari seleksi administrasi, verifikasi lapangan, hingga wawancara penilaian independen oleh Bappenas bersama Kemendagri dan KemenPAN-RB,” ujar Maria, Kamis (1/10/2026).

​Keberhasilan Surabaya tak lepas dari keunggulan program inovasi Kampung Pancasila. Setelah lolos tahap administrasi bersama lima kota lainnya, diantaranya Pekalongan, Manado, Balikpapan, dan Tangerang. Tim Bappenas pun melakukan verifikasi lapangan secara langsung pada Juli 2026.

“​Dua kelurahan, yakni Banjar Sugihan dan Embong Kaliasin, menjadi lokasi uji petik. Tim penilai mengevaluasi berbagai pilar penting, mulai dari lingkungan, sosial, ekonomi, hingga semangat gotong royong warga setempat,” jelas Kepala Bappeda Pemkot Surabaya.

​Hasil verifikasi lapangan tersebut membawa Surabaya menembus posisi tiga besar nasional. Pada September 2026, Wali Kota Eri Cahyadi memaparkan secara langsung peran Kampung Pancasila dalam mendukung program prioritas kota di hadapan tim penilai independen. Paparan komprehensif tersebut mengantarkan Surabaya keluar sebagai yang terbaik di tingkat nasional.

​Pembangunan Berbasis Gotong Royong

​Maria menegaskan, inovasi Kampung Pancasila lahir dari akar budaya dan semangat gotong royong masyarakat Surabaya.

” Program ini membuktikan bahwa pembangunan di Kota Surabaya tidak berjalan secara top-down, melainkan melibatkan sinergi seluruh elemen (stakeholder), mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga perguruan tinggi,” ungkapnya.

​Ke depan, keberadaan Kampung Pancasila diharapkan terus memberikan dampak berkelanjutan yang berakar dari partisipasi murni warga, sekaligus menyelaraskan prioritas daerah dengan program Asta Cita di tingkat nasional serta Nawa Bhakti Satya Provinsi Jawa Timur.

​”Harapannya inovasi ini juga bisa direplikasi oleh daerah-daerah lain sesuai karakteristik masing-masing, serta menjadi contoh semangat gotong royong di tingkat nasional,” pungkas Maria. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!