Highlight

FESyar 2026 Resmi Ditutup, Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Berkelanjutan

FESyar 2026 Resmi Ditutup, Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Berkelanjutan

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 resmi ditutup di Grand City Surabaya pada Minggu (27/9/2026). Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital,” yang digelar tiga hari sejak 25 September tersebut mencatatkan nilai transaksi, komitmen bisnis, hingga penghimpunan dana sosial bernilai miliaran rupiah.

​Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa penutupan FESyar bukanlah akhir dari kolaborasi, melainkan pijakan untuk memperkuat keterlibatan sektor usaha dan keuangan syariah secara konkret.

​“FESyar Jawa 2026 boleh berakhir hari ini, tetapi semangat kolaborasi dan langkah pengembangan ekonomi syariah harus terus berlanjut,” jelas Ibrahim saat seremoni penutupan.

​Komitmen berlanjutnya sinergi ini selaras dengan tiga pilar utama ekonomi syariah yang ditekankan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, pada pembukaan acara, Sabtu (26/9/2026);

  1. ​Penguatan ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing.
  2. ​Perluasan pembiayaan syariah.
  3. ​Peningkatan literasi serta inklusi ekonomi dan keuangan syariah.

​Dukungan serupa disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang mewakili Gubernur Jatim. Ia menggarisbawahi pentingnya tindak lanjut hasil FESyar untuk penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, kemandirian pesantren, serta peningkatan daya saing produk halal,” ujarnya.

​Selama tiga hari pelaksanaan, FESyar Jawa 2026 melibatkan 294 lembaga dan mitra strategis melalui 42 rangkaian kegiatan. Sebanyak 270 UMKM syariah hadir secara langsung maupun melalui platform digital, sehingga transaksi penjualan produk UMKM mencapai Rp8,21 miliar. Dari 242 sesi pertemuan bisnis, tercipta komitmen pembiayaan sebesar Rp37,60 miliar dan komitmen transaksi perdagangan mencapai Rp43,26 miliar. Melalui program WAKAFein, WAKAF Fun Walk, dan penghimpunan dari kajian, terhimpun dana wakaf sebesar Rp60,40 juta.

​Selain capaian komersial, FESyar 2026 meluncurkan berbagai program unggulan berbasis manfaat sosial, antara lain:

  1. ​Pembentukan Pasar Rakyat Halal, Aman, dan Sehat serta penguatan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).
  2. ​Pengembangan wakaf uang untuk sektor pendidikan.
  3. ​Skema pembiayaan inovatif pengadaan perumahan bagi guru madrasah dan pesantren yang tergabung dalam Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).

​Sebagai fondasi jangka panjang, disepakati Project Charter Sinergi dan Kolaborasi dalam Pengembangan Ekonomi Inklusif, Ketahanan Pangan, dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jawa Timur.

​Kesepakatan ini mengikat komitmen bersama antara Bank Indonesia, Pemprov Jawa Timur, OJK, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jatim, Kanwil Kemenag, BPJPH, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

​Sebagai puncak dari rangkaian FESyar regional (Sumatera, KTI, dan Jawa), kegiatan ini menjadi jembatan menuju ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!