Kemensos Dorong Sekolah Rakyat dan Data Akurat Bantuan Sosial, Gus Ipul: Hidupkan Kembali Warisan Pahlawan
JAKARTA | INTIJATIM.ID — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengimbau seluruh elemen bangsa untuk menghidupkan kembali warisan nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pesan tersebut ditegaskannya saat menghadiri Malam Peringatan Hari Pahlawan bertema “Pahlawanku Teladanku, Melangkah Bersama Melanjutkan Perjuangan” di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (2/11/2026).
Gus Ipul menekankan bahwa warisan terpenting pahlawan tecermin dalam UUD 1945, khususnya tiga pasal yang menjadi jantung konstitusi: Pasal 31 (hak pendidikan), Pasal 33 (pengelolaan kekayaan negara untuk kemakmuran rakyat), serta Pasal 34 (perlindungan fakir miskin dan anak terlantar).
“Dari Undang-Undang Dasar itu kita melihat dengan nyata bahwa para pahlawan tidak berpikir untuk dirinya sendiri. Mereka berpikir untuk bangsa Indonesia, khususnya generasi yang akan datang,” kata Gus Ipul.
Sebagai langkah konkret menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam merealisasikan Pasal 34, Kementerian Sosial (Kemensos) fokus pada dua langkah strategis utama. Diantaranya adalah Kemensos bergerak cepat membenahi basis data penerima bantuan agar program intervensi sosial pemerintah dapat disalurkan secara mendasar dan tepat sasaran.
“Program gagasan Presiden Prabowo ini dihadirkan untuk mengentaskan anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, utamanya mereka yang putus sekolah atau berisiko tidak mampu melanjutkan pendidikan akibat kendala ekonomi,” jelas Mensos RI tersebut.
Selain amanat konstitusi, Gus Ipul menyoroti empat nilai utama pahlawan yang wajib diteladani generasi penerus, yaitu keberanian dalam membela kepentingan bangsa, ketulusan tanpa menuntut keistimewaan, kerelaan berkorban, serta kedisiplinan, termasuk ketegasan memisahkan antara harta negara dan harta pribadi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), Prof. Meutia Farida Hatta Swasono, menegaskan bahwa semangat kepahlawanan tidak boleh sebatas menjadi catatan sejarah semata.
“Pahlawan itu tidak hanya ada di dalam sejarah, tetapi yang lebih penting adalah nilai-nilai dan semangat yang ada pada diri mereka masing-masing. Itu bisa dibaca melalui buku, tetapi juga akan terus kami sosialisasikan,” ungkap putri Proklamator Mohammad Hatta tersebut.
Acara peringatan berlangsung hangat dan meriah. Para tamu yang hadir disuguhi pertunjukan drama musikal siswa-siswi Sekolah Rakyat yang berkolaborasi dengan aktor Aryo Wahab dan IKPNI, penampilan grup angklung IKPNI, hingga sumbangan lagu dari Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo (Pasha) bersama sang istri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat Kemensos, pengurus DWP Kemensos, serta deretan keluarga pahlawan nasional yang tergabung dalam IKPNI. (OP/IJ)
![]()



Post Comment