Highlight

Ponorogo Jadi Salah Satu Daerah Lumbung Pangan Nasional

oplus 16908288

PONOROGO | INTIJATIM.ID – Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kian memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung pangan strategis nasional. Dengan produksi padi dan jagung yang melimpah, wilayah ini digadang-gadang menjadi pilar utama dalam mewujudkan swasembada pangan serta menekan ketergantungan terhadap impor.

​Harapan besar tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, saat menghadiri kegiatan panen raya di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (4/7/2026).

​”Pemerintah pusat terus memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor pangan. Jika kita terus impor, yang berdaya adalah negara lain. Tetapi kalau kita membangun ketahanan pangan, maka yang berdaya adalah rakyat Indonesia,” jelas Hanif di hadapan para petani.

​Hanif menilai Ponorogo memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Berbekal luas lahan baku sekitar 35.000 hektare, Ponorogo mampu mencatatkan akumulasi luas tanam hingga 74.000 hektare per tahun berkat indeks pertanaman yang tinggi.

​”Ponorogo ini bisa hampir tiga kali panen dalam setahun. Rata-ratanya dua kali padi dan satu kali jagung. Ini potensi yang sangat besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

​Meski memiliki produktivitas tinggi, Hanif mengingatkan tantangan berat yang dihadapi sektor pertanian saat ini, khususnya di Pulau Jawa, yaitu masifnya alih fungsi lahan akibat lonjakan jumlah penduduk.

​Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah pusat kini memperketat aturan alih fungsi lahan secara lebih terukur serta berupaya mempertahankan sekitar 7,3 juta hektare lahan sawah yang tersisa. Langkah ini juga diimbangi dengan strategi ekstensifikasi (perluasan) lahan pertanian di luar Pulau Jawa, seperti di Kalimantan Tengah dan Papua Selatan.

​”Lahan pertanian harus kita jaga bersama. Membangun ketahanan pangan tidak bisa sendiri, melainkan harus melalui gotong royong antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, swasta, kelompok tani, hingga seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Hanif juga menambahkan bahwa pemerintah melalui Menko Pangan dan Menteri Pertanian berkomitmen penuh untuk tidak lagi melakukan impor beras dan jagung, yang didasarkan pada perhitungan matang dalam neraca komoditas nasional.

​Pada kesempatan yang sama, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, membenarkan bahwa sektor pertanian masih menjadi urat nadi perekonomian masyarakat bumi reog. ” “Mayoritas keluarga di Ponorogo menggantungkan penghidupan mereka dari sektor ini,” tambahnya.

​Wanita yang akrab disapa Bunda Lis itu memaparkan capaian impresif sektor pertanian Ponorogo sepanjang tahun 2025. Tercatat, luas panen padi mencapai 74.000 hektare dengan total produksi sebesar 436.000 ton. Sementara untuk komoditas jagung, luas panen mencapai 39.000 hektare dengan hasil produksi berkisar 284.000 ton.

​”Berkaca dari capaian ini, Ponorogo sah menjadi salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur. Indeks Ketahanan Pangan (IKP) kita juga berhasil menyentuh angka 71,22 poin,” ungkap Lisdyarita bangga.

​Menurutnya, kesuksesan ini tidak hanya karena faktor alam Ponorogo yang subur, melainkan berkat etos kerja petaninya. “Kekuatan utama Ponorogo justru terletak pada para petani yang bekerja keras, tangguh, dan tidak pernah berhenti berinovasi,” tandasnya.

​Acara panen raya ini juga diwarnai dengan dialog interaktif antara pejabat pemerintah dan kelompok tani lokal. Perwakilan petani Desa Ronosentanan, Nurhadi, menyampaikan apresiasinya atas distribusi pupuk subsidi yang dinilai sudah berjalan dengan baik. Namun, ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih pada sektor fasilitas penunjang lainnya.

​”Alhamdulillah, bantuan pupuk sudah bagus. Namun, kami berharap bantuan benih mohon dioptimalkan lagi. Selain itu, kami juga membutuhkan dukungan pembangunan sumur artesis (air tanah dalam) untuk mencukupi kebutuhan irigasi, terutama saat musim kemarau,” harap Nurhadi. (Nung/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!