Highlight

Perkuat Spirtualitas Siswa, MAN 2 Pamekasan Gandeng IBS PKMKK Gelar Program Tahfidz Pengganti PKL

oplus 16908288

PAMEKASAN | INTIJATIM.ID – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pamekasan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK). Kolaborasi ini diwujudkan melalui program penguatan tahfidz Al-Qur’an intensif selama 15 hari yang uniknya diplot sebagai pengganti Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi sejumlah siswa.

​Langkah inovatif ini diambil sebagai respons terhadap tantangan zaman. Pendidikan saat ini dinilai tidak boleh hanya fokus pada nilai akademik, melainkan harus adaptif dalam membentuk karakter, memperkuat spiritualitas, dan membangun ketangguhan mental generasi muda di tengah derasnya arus perubahan sosial.

​Dalam program perdana ini, sebanyak tujuh siswa MAN 2 Pamekasan dikirim untuk menetap (mondok) selama dua pekan di lingkungan IBS PKMKK. Selama di sana, mereka mengikuti pembinaan total 24 jam yang meliputi, akselerasi hafalan, pembiasaan karakter islami, ketahanan psikologis, dan perluasan makna kompetensi siswa.

​Jika biasanya PKL identik dengan pengasahan keterampilan teknis (hard skills) di dunia industri, sinergi dua lembaga ini mendefinisikan ulang kompetensi dalam dunia pendidikan Islam. Kompetensi kini juga mencakup kemampuan mengelola diri, membangun integritas, dan menumbuhkan kesadaran moral.

​Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, menyambut hangat kepercayaan ini. Ia menekankan bahwa lingkungan pesantren memiliki keunggulan alami dalam membentuk budaya belajar yang berkelanjutan.

​”Program ini bukan sekadar penguatan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga pembentukan karakter dan kedisiplinan. Kami berharap siswa membawa pulang semangat baru dalam mengamalkan ajaran Islam. Inilah investasi jangka panjang,” jelas Achmad Muhlis, Rabu (10/6/2026).

​Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 2 Pamekasan, Mohammad Holis, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah taktis untuk melahirkan lulusan yang seimbang secara intelektual dan spiritual.

​”Kami ingin peserta didik memiliki kompetensi yang utuh. Selain menguasai ilmu pengetahuan, mereka juga harus memiliki karakter yang baik dan kedekatan dengan Al-Qur’an,” ungkap Holis.

​Selain urusan spiritual, program ini juga didesain sebagai jawaban atas fenomena krisis identitas, kecanduan media digital, dan penurunan daya tahan mental yang marak melanda generasi muda.

​Aktivitas interaksi intensif dengan Al-Qur’an secara ilmiah terbukti melatih ketekunan dan konsistensi. Pembiasaan ibadah yang teratur di pesantren diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, stabilitas emosi, sekaligus membangun ketahanan psikologis yang kokoh bagi para siswa saat kembali ke masyarakat nanti. (Say/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!