Highlight

Inovasi Pemberdayaan Desa Krowe Magetan Raih Juara III Nasional

261026 sekdeskrowe

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, meraih Juara III kategori Pemerintah Desa dalam ajang Mandaya Awards 2026. Penghargaan tingkat nasional ini menjadi pengakuan atas upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal, digitalisasi, dan pelestarian budaya.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam puncak penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Sekretaris Desa Krowe, Marsono, mengatakan capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program dan manfaatnya bagi masyarakat.

Menurutnya, Desa Krowe akan terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, serta mendorong inovasi dan kemandirian desa secara berkelanjutan.

Ada tiga aspek utama yang menjadi bagian dari inovasi Desa Krowe. Pertama, penguatan ekonomi lokal melalui BUMDes KT Karya Desa Krowe dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti lempeng, ayam panggang, madu mongso, serta batik Kembang Rawe.

Kedua, digitalisasi ekonomi desa melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan sinergi dengan program Desa Brilian dari BRI. Ketiga, pelestarian seni dan budaya melalui penyelenggaraan tahunan Festival Kembang Rawe, Edu Wisata Batik, serta kegiatan Fun Run.

Mandaya Awards 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk apresiasi nasional terhadap praktik dan pelaku pemberdayaan masyarakat yang mampu menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan.

Mengusung semangat “Bergerak, Bergerak, Berdaya”, ajang ini memberikan penghargaan kepada berbagai inisiatif pemberdayaan yang menunjukkan dampak, manfaat nyata, keterlibatan aktif masyarakat, serta keberlanjutan program.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Aksi nyata yang lahir dari desa, kampus, pesantren, dan dunia usaha membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berhasil ketika semua pihak bergerak bersama. Tugas kita adalah memastikan manfaatnya dirasakan oleh semakin banyak masyarakat,” ujar Muhaimin.

Ia menekankan, keberhasilan pemberdayaan tidak boleh berhenti sebagai capaian individu maupun lembaga. Praktik baik yang telah berjalan perlu menjadi inspirasi bagi pengembangan gerakan serupa di berbagai daerah. (bgs)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!