Highlight

Piye To Kih?: Mukidi (Woko Chanel) Bawa Nganjuk ke Layar Lebar

oplus 16908288

NGANJUK | INTIJATIM.ID – Serial komedi populer Woko Channel resmi melebarkan sayap ke industri perfilman nasional lewat film drama komedi supranatural berjudul Piye To Kih?. Menjelang penayangan serentaknya di bioskop pada 19 November 2026, jajaran pemain dan sutradara menggelar kegiatan roadshow di Sam’s Studio Nganjuk, Jumat (30/10/2026).

Pemeran utama film tersebut, Heri Chandra alias Mukidi, mengaku bangga dapat membawa nama tanah kelahirannya, Kabupaten Nganjuk, ke tingkat nasional. Bagi Mukidi, kesempatan memimpin peran utama dalam film layar lebar produksi MIRACLE Pictures ini menjadi pencapaian tersendiri.

“Sangat bangga sekali bisa mengangkat Nganjuk ke nasional,” ujar Mukidi di sela acara meet and greet dan pemutaran perdana bersama penggemar.

Ia juga membagikan pengalamannya saat beradu akting dengan lawan main yang tak biasa. “Bingung juga karena lawan mainnya boneka. Tapi mau tidak mau, harus bisa,” tuturnya.

Sutradara film Piye To Kih?, Ito Mavin, menyebut kolaborasi ini berawal dari pengamatannya terhadap potensi besar para kreator Woko Channel sejak awal 2025. Pengambilan gambar telah diselesaikan pada Oktober 2025 lalu. Menurutnya, kedekatan budayanya sebagai pria kelahiran Ponorogo mempermudah komunikasi selama produksi.

“Kreator Woko Channel punya karakter komedi yang kuat dan production value yang makin menarik. Mengarahkan mereka relatif mudah karena mereka sudah terbiasa berakting,” ungkap Ito singkat.

​Film Piye To Kih? menceritakan perjuangan Mukidi yang bertekad membeli rumah tua murah demi membuktikan kemapanannya kepada sang kekasih, Bunga (Gabriella Desta). Sayangnya, rencana pernikahan itu kandas.

Masalah makin rumit saat rumah tua tersebut ternyata dihuni oleh Sukma (Dara Sarasvati), sosok arwah wanita misterius yang bersemayam di dalam sebuah boneka. Bersama dua sahabatnya, Gendut (Sutrisno Agung) dan Penyok (Eko Dunung), Mukidi terseret dalam kekacauan kisah cinta beda alam yang dibalut humor segar.

Selain deretan pemeran utama tersebut, film ini turut didukung penampilan Mbak Mintul dan Pak No, serta diwarnai empat lagu original soundtrack karya Lek Dahlan, yaitu Piye To Kih?, Sigaran Nyowo, Kelangan, dan Gemati.

Lewat film ini, Ito Mavin tidak hanya menyajikan hiburan komedi dan drama, tetapi juga pesan moral tentang pentingnya memantaskan diri. “Ketika menginginkan sesuatu, hal utama yang harus dilakukan adalah membuat diri kita pantas untuk mendaptkannya,” pungkas Ito. (Mur/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!