Highlight

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Pembangkit Urat Nadi Ekonomi Rakyat Banyuwangi

oplus 16908288

​BANYUWANGI | INTIJATIM.ID – Harapan warga di perbatasan Desa Seneporejo dan Desa Sambirejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, untuk memiliki akses jalan yang layak kini menjadi kenyataan. Jembatan Perintis Garuda yang terletak di Dusun Krajan tersebut resmi dioperasikan pada Senin (9/3/2026).

​Peresmian ini dilakukan secara istimewa melalui koneksi daring (video conference) yang terhubung langsung dengan Presiden Republik Indonesia dan jajaran pemerintah pusat sebagai bagian dari program pembangunan infrastruktur serentak di seluruh Indonesia.

​Pembangunan jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lebar 160 sentimeter ini mencatatkan catatan waktu yang impresif. Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa proyek ini dikerjakan secara intensif selama 24 jam setiap harinya.

​”Jembatan ini berhasil rampung hanya dalam waktu 41 hari. Ini adalah buah dari semangat gotong royong yang luar biasa antara personel TNI dan masyarakat setempat,” ujar Letkol Tryadi di lokasi peresmian.

Selama ini, warga setempat terutama anak-anak sekolah dan para santri harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan risiko tinggi demi menjalankan aktivitas sehari-hari. Kini, jalur tersebut telah bertransformasi menjadi akses yang kokoh dan aman.

​Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa jembatan di Banyuwangi ini merupakan satu dari ratusan titik yang menjadi target pembangunan TNI AD di seluruh penjuru negeri.

Sebanyak 218 jembatan telah tuntas dari target total 1.072 jembatan di Indonesia. Selain jembatan, TNI AD juga telah membangun 544 titik sumur bor dan fasilitas sanitasi untuk masyarakat.

​”Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyat, terutama dalam mempermudah akses masyarakat di wilayah pedesaan,” tegas Letkol Tryadi menambahkan pernyataan KASAD.

​Dampak positif mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang petani setempat, Ahmad Fauzi (45), mengaku ongkos angkut hasil panennya bakal berkurang drastis karena truk pengangkut bisa langsung masuk ke area perkebunan,” ungkapnya.

​Sebelum jembatan ini berdiri, warga harus memutar jalan hingga sejauh 5–7 kilometer. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda kini memangkas waktu tempuh secara signifikan, dari yang semula 20 menit menjadi hanya kurang dari 5 menit untuk menyeberangi wilayah antar-desa.

​Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda, diharapkan roda ekonomi di perbatasan dua desa tersebut dapat berputar lebih cepat, seiring dengan hilangnya hambatan geografis yang selama ini membatasi gerak warga. (Tri/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!