Highlight

Pemkab Madiun Genjot Kapasitas 6.449 Kader Posyandu, Deteksi Dini TBC dan Pencegahan Stunting

oplus 16908288

MADIUN | INTIJATIM.ID – Pemkab Madiun terus memacu penguatan sektor kesehatan melalui revitalisasi peran Kader Posyandu. Bupati Madiun H. Hari Wuryanto dan Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi turun langsung membekali para kader dalam agenda Peningkatan Kapasitas Implementasi Keterampilan Dasar, Bbrtempat di Ruang Eka Kapti, Puspem Madiun, pada Kamis (23/4/2026).

​Kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Heri Setyana ini diikuti oleh 178 perwakilan kader dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Madiun. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memastikan “garda terdepan” kesehatan memiliki kompetensi teknis yang mumpuni.

​Dalam paparannya, Bupati Hari Wuryanto menekankan pentingnya materi ‘Komunikasi Efektif bagi Kader Posyandu’. Menurutnya, secanggih apa pun alat deteksi yang dimiliki, tidak akan berguna jika kader tidak mampu mengomunikasikan temuan kesehatan kepada masyarakat dengan persuasif.

​”Kader Posyandu adalah ujung tombak. Mereka harus dibekali kemampuan deteksi dini agar setiap anomali kesehatan di masyarakat bisa ditangani sebelum menjadi kronis. Ini selaras dengan visi Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera),” tegas Bupati Hari Wuryanto.

​Sementara itu, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi membedah materi mengenai ‘Layanan Dasar Usia Dewasa dan Lanjut Usia’. Fokus ini diambil mengingat tantangan kesehatan di masa depan tidak hanya berkutat pada balita, tetapi juga pengelolaan penyakit degeneratif pada lansia,” ungkapnya.

​Menyadari beban kerja kader yang besar dengan capaian 6.449 orang di seluruh wilayah Kabupaten Madiun, Bupati Hari menjanjikan dukungan infrastruktur yang masif. “Saat ini, seluruh peralatan Posyandu diarahkan menuju digitalisasi, mulai dari timbangan digital, alat tensi, hingga kit pemeriksaan gula darah dan asam urat,” jelasnya.

​Salah satu terobosan ambisius yang disampaikan Bupati Madiun adalah target Zero TBC pada 2030. Untuk mencapainya, Pemkab Madiun berencana melakukan pengadaan Mobil Rontgen Unit, dengan melakukan jemput bola pada setiap kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Sehingga, target akurasi diagnosa TBC dapat terkendali dan percepatan penurunan angka stunting secara presisi.

​Di balik tuntutan profesionalisme, isu kesejahteraan kader juga menjadi sorotan. Bupati mengakui dedikasi ribuan kader yang selama ini bekerja atas dasar keikhlasan. Ia mengisyaratkan adanya skema apresiasi atau peningkatan kesejahteraan yang sedang digodok pemerintah daerah.

​”Kesejahteraan mereka tentu kami pikirkan. Kerja ikhlas mereka harus didukung dengan ekosistem yang layak agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” pungkasnya.

​Dengan pelatihan ini, 178 peserta yang hadir diharapkan menjadi agent of change yang menularkan ilmu kepada ribuan rekan sejawatnya, sehingga transformasi layanan kesehatan di level akar rumput Kabupaten Madiun benar-benar terasa dampaknya. (Utg/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!