Highlight

Jajaki Kolaborasi Konkret, ITICM dan Pakar Logistik Siap Kawal Lulusan Berbasis ‘Bondo Experience’

img 20260615 wa0028

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Guna memastikan kesiapan mahasiswa serta menjaga relevansi kurikulum dengan dinamika industri, delegasi Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo melakukan kunjungan strategis ke Surabaya, Jumat (12/6/2026). Rombongan secara khusus menemui Iko Sukma, seorang Logistics Expert sekaligus praktisi senior di bidang logistik nasional, untuk mewujudkan kolaborasi yang lebih konkret.

​Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis (LPPMKSIB) ITICM, Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M. Turut mendampingi, Kepala BAAK sekaligus Kepala Laboratorium Bisnis Digital, Salsabil Fadilah Firdaus, M.Sos., serta Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Logistik, Sutrisno Harianto, S.T., M.T.

​Kepala LPPM ITICM, Arvendo Mahardika, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah proaktif kampus untuk mematangkan penjajakan kerja sama yang sebelumnya pernah terjalin.

​”Melalui sinergi ini, kami menargetkan adanya program riset terapan berkepanjangan dan lahirnya inkubator-inkubator bisnis baru di bidang logistik yang dimotori langsung oleh mahasiswa dan dosen ITICM,” jelasnya.

​Menanggapi hal tersebut, Iko Sukma menyoroti urgensi pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) logistik di Indonesia yang saat ini dinilai masih minim sentuhan akademis murni. Menurutnya, kehadiran program studi S-1 Teknik Logistik di ITICM merupakan jawaban tepat atas kebutuhan pasar.

​”Kebutuhan SDM logistik sekarang belum betul-betul terpenuhi karena jarang yang berlatar belakang keilmuan teknik logistik secara murni. Keilmuan logistik selama ini banyak didasarkan pada sertifikasi atau literasi praktis saja. S-1 Teknik Logistik ITICM adalah jawabannya,” ungkap Iko saat ditemui di kantornya, PT Bintang Laut Platinum, kawasan perniagaan Perak, Surabaya.

​Sebagai pionir prodi Teknik Logistik di Jawa Timur, Iko menegaskan kesiapannya untuk membagikan ilmu lapangan kepada para mahasiswa melalui pendekatan yang unik.

​”Jadi, kalau logistics expert itu ‘bonek’, Mas. Bukan bondo nekat, tapi bondo experience (modal pengalaman). Pengalaman-pengalaman lapangan itulah yang akan kita share,” tegasnya.

​Antusiasme tersebut disambut positif oleh Kaprodi Teknik Logistik ITICM, Sutrisno Harianto. Ia menyatakan komitmennya untuk memastikan kurikulum mahasiswa benar-benar link and match dengan dinamika dan regulasi logistik riil di industri,” tuturnya.

​Di sisi lain, Kepala BAAK ITICM, Salsabil Fadilah, menekankan pentingnya pertemuan ini untuk membuka peluang program magang dan kesiapan karier mahasiswa agar terserap optimal di dunia kerja,” tandasnya.

​Dihubungi secara terpisah, Rektor ITICM, Dr. Sudoto, M.E., menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan tahapan penting menuju kesepakatan tertulis (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlandaskan prinsip keseimbangan dan saling menguntungkan (mutualisme).

​”Kami ingin kerja sama ini tidak timpang sebelah, melainkan saling melayani sehingga ada harmoni yang berkelanjutan untuk adik-adik mahasiswa ke depan,” ujar Sudoto.

​Lebih lanjut, Sudoto menekankan bahwa seluruh mahasiswa ITICM, baik dari prodi Informatika, Bisnis Digital, maupun Teknik Logistik, wajib mengikuti program terstruktur seperti magang dan studi banding (benchmark) ke perusahaan.

​”Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa memperoleh wawasan dunia nyata, memahami implementasi teknologi IT di industri, serta mampu beradaptasi dengan cepat, efektif, dan produktif setelah lulus nanti,” pungkasnya. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!