Highlight

Pemilihan Duta Baca 2026: Cetak Generasi Literat, Inilah 10 Finalis Terbaik dari 169 Peserta

oplus 16908288

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) sukses menggelar Grand Final Pemilihan Duta Baca 2026 tingkat SLTA. Ajang tahunan ini menjadi misi besar daerah untuk melahirkan kader-kader penggerak literasi yang mampu menjawab tantangan zaman.

​Kompetisi ini diikuti oleh antusiasme luar biasa dari siswa SMA/SMK/MA sederajat di seluruh penjuru Magetan. Kepala Bidang Pelayanan, Pemanfaatan Arsip dan Pengembangan Perpustakaan, Anik Ratnasari, menjelaskan bahwa proses kurasi telah berlangsung ketat sejak Februari 2026.

Total peserya sebanyak 169 pendaftar dari sekolah negeri maupun swasta. Mereka mengikuti tahap seleksi administrasi, pembuatan video visi-misi, hingga uji presentasi. “Dari ratusan peserta tersebut, disaring menjadi 60 orang, hingga akhirnya terpilih 10 finalis terbaik yang berlaga di babak Grand Final,” terang Anik, Selasa (21/4/2026).

​Sementara itu, Kepala Dinas Arpus Magetan, Endang Ambarwati, memberikan apresiasi tinggi atas kualitas para finalis tahun ini. Menurutnya, para peserta tidak hanya unggul dalam hobi membaca, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi publik yang mumpuni.

​”Anak-anak ini sangat cerdas, public speaking-nya bagus, dan mampu menjawab tantangan dengan baik. Mereka adalah calon penggerak literasi di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat,” ungkapnya.

Endang menekankan bahwa, makna literasi kini telah meluas. Bukan lagi sebatas aktivitas membaca dan menulis, melainkan kemampuan mengeksplorasi potensi diri di berbagai bidang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“​Nantinya, tiga peserta terbaik akan dikukuhkan sebagai Duta Baca Magetan 2026. Mereka memikul tanggung jawab besar sebagai motivator dan role model bagi generasi muda,” jelas Kepala Arpus Magetan.

​Menghadapi dominasi gadget, Anik Ratnasari menegaskan bahwa Duta Baca harus mampu berinovasi. Alih-alih menjauhi teknologi, para duta justru diharapkan memanfaatkan media digital sebagai alat promosi literasi yang efektif.

​”Duta Baca harus menjadi penggerak yang kreatif. Mereka adalah wajah literasi Magetan yang akan memastikan bahwa budaya membaca tetap hidup di tengah arus digitalisasi,” pungkasnya. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!