Lantik 16 Ribu ASN Kemenag, Menag Nasaruddin Bedah Filosofi ‘Istiqamah’ dan Ingatkan Jasa Orang Tua
JAKARTA | INTIJATIM.ID – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memimpin pelantikan massal 16.138 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (21/5/2026).
Prosesi yang digelar secara daring ini juga meresmikan status 108 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ).
Dalam arahan perdananya, Menag memberikan pesan menyentuh agar para ASN baru tidak melupakan peran dan doa orang tua di balik keberhasilan mereka hari ini.
“Jangan sampai Anda lupa berterima kasih kepada orang tua. Berkah doa mereka Anda berhasil. Di balik kesuksesan Anda, ada air mata yang pernah tumpah,” ujar Nasaruddin Umar mengingatkan.
Lebih dari sekadar konsistensi kerja, Menag memperkenalkan konsep “Istiqamah” sebagai akronim nilai moral yang wajib melekat pada karakter setiap ASN Kemenag dalam menjalankan tugasnya.
Menag mendorong ASN mencapai derajat mukhlas, yakni ketulusan tertinggi di mana seseorang justru merasa sedih jika amalnya diketahui orang lain karena sadar pujian hanya milik Allah. “Kalau masih suka dipuji, berarti kita mengambil haknya Tuhan,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Menag, ASN harus emiliki tingkatan tertinggi (aṣ-ṣabūr), yaitu tidak kecewa atas apa pun yang terjadi, memaafkan tanpa diminta, dan berlapang dada. Menurutnya, sikap Tawadhu atau rendah hati dapat menempatkan diri di posisi paling bawah akan membuat seseorang tidak akan pernah jatuh di mana pun berada.
“Selalu menampilkan performa kebaikan terbaik dalam bekerja dan melayani masyarakat,” jelasnya.
Menag juga mengingatkan bahwa absennya rasa qanaah merupakan akar utama dari perilaku koruptif (Al-qana‘atu kanzun). ”Karakter yang berakar dari kata ‘iman’. Orang yang beriman sejati terwujud dari pribadi yang aman dan amanah,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, turut membekali para abdi negara baru ini dengan prinsip 4K dalam pelayanan publik. Kecepatan dalam merespons, Kemudahan birokrasi, memberikan Kemanfaatan lewat kebijakan, serta menghadirkan Kebahagiaan bagi masyarakat yang dilayani.
Menutup rangkaian acara, Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa peralihan status dari CPNS menjadi PNS 100 persen ini membawa tanggung jawab besar.
”Ini bukan sekadar agenda administratif atau seremonial belaka, melainkan sebuah peneguhan moral dan komitmen penuh untuk pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkas Kamaruddin. (OP/IJ)
![]()



Post Comment