Highlight

Resmikan Jembatan Senilai Rp3,2 Miliar, Pemkab Mojokerto Dongkrak Akses Sekolah dan Ekonomi Desa

img 20260719 wa0052

MOJOKERTO | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto meresmikan Jembatan Dusun Bolorejo di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, pada Sabtu (18/7) pagi. Infrastruktur vital yang dibangun melalui Program Bantuan Keuangan (BK) Desa ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, menjamin keselamatan warga, serta memicu pertumbuhan ekonomi desa.

​Peresmian ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko, dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, Forkopimca Kemlagi, Pemerintah Desa Mojojajar, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat yang menyambut antusias beroperasinya jembatan baru ini.

​Sekda Mojokerto, Teguh Gunarko, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang berkualitas dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

​Menariknya, Teguh menyoroti bahwa keberadaan jembatan berdimensi 32 meter x 4 meter ini bukan sekadar penghubung fisik, melainkan “jembatan harapan” bagi masa depan generasi muda, khususnya para pelajar.

​”Manfaat terbesar yang kita harapkan adalah tersedianya akses yang lebih aman dan mudah bagi anak-anak untuk berangkat dan pulang sekolah. Kita tidak ingin lagi ada anak yang terlambat belajar atau menghadapi risiko dalam perjalanan hanya karena keterbatasan akses,” ujar Teguh dalam sambutannya.

​Selain mendukung sektor pendidikan, akses transportasi yang kini jauh lebih layak diyakini akan mempercepat mobilitas warga menuju fasilitas kesehatan, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menghidupkan aktivitas perdagangan di kawasan Kecamatan Kemlagi.

​Berdasarkan data papan informasi proyek, infrastruktur ini disokong oleh anggaran sebesar Rp3,2 miliar yang bersumber dari Program Bantuan Keuangan Bersifat Khusus kepada Desa untuk Infrastruktur (BK Desa) pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.

​Proses pengerjaan fisik memakan waktu selama enam bulan, dengan memercayakan CV Karya Prima Nusantara sebagai mitra pelaksana proyek.

​Teguh menambahkan, pemerataan infrastruktur seperti ini merupakan bagian dari langkah taktis Pemkab Mojokerto untuk mewujudkan visi daerah yaitu, ‘Terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang Lebih Maju, Adil, dan Makmur’. Melalui skema BK Desa, pemerintah berkomitmen agar setiap stimulus pembangunan bergerak tepat sasaran dan berkualitas.

​Di akhir acara, Sekdakab menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemdes Mojojajar, Forkopimca Kemlagi, pelaksana proyek, serta seluruh elemen masyarakat yang bergotong-royong mendukung pembangunan ini hingga selesai tanpa kendala berarti. Ia pun menitipkan pesan penting agar fasilitas umum ini dijaga dengan baik.

​”Saya berpesan kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat agar jembatan ini dirawat dan dijaga bersama. Hasil pembangunan akan memberikan manfaat yang maksimal apabila kita memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaganya,” pungkas Teguh. (Dod/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!