Highlight

Lautan Doa di Monas: Lebih dari 100 Ribu Jemaah Larut dalam Zikir dan Doa Kebangsaan Pembuka HUT ke-81 RI

oplus 16908288

JAKARTA | INTIJATIM.ID — Suasana khusyuk, syahdu, dan penuh keberkahan menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Lebih dari 100.000 jemaah dari berbagai penjuru hadir dan bersatu melantunkan Zikir dan Doa Kebangsaan, yang digelar sebagai pembuka resmi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Acara yang diprakarsai pemerintah ini mengusung semangat kebersamaan dalam keberagaman. Lebih dari sekadar tradisi tahunan, majelis spiritual ini menjadi sarana edukatif dan reflektif bagi segenap elemen bangsa untuk meneladani kegigihan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan atas berkat rahmat Allah SWT.

​Kekhusyukan acara semakin terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an—Surat Ar-Rahman ayat 1 hingga 14 dikumandangkan secara merdu oleh qari terbaik juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Ayat-ayat yang menegaskan tentang nikmat-nikmat Tuhan tersebut mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan kedamaian yang dirasakan bangsa Indonesia hingga hari ini.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa makna Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai ikhtiar spiritual bangsa dalam mengisi kemerdekaan serta pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan harmoni di tengah keberagaman Indonesia. Nasaruddin menyebut bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama.

“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” kata Nasaruddin, Sabtu malam (1/8/2026).

​Selain mengenang jasa para pendiri bangsa, Zikir dan Doa Kebangsaan ini bertujuan untuk mengetuk pintu langit demi memohon perlindungan, keselamatan, serta keberkahan bagi Indonesia. Majelis ini mengajarkan pesan edukatif bahwa nilai-nilai kebangsaan dan spiritualitas tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling menguatkan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Acara ini diharapkan dapat memberikan teladan positif bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, rasa syukur, serta kepedulian terhadap sesama,” jelas Menag RI. (OP/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!