Highlight

Tampung Usulan: Dindik Ngawi Gelar Forum Perangkat Daerah, Selaraskan Renja 2027

oplus 16908288

NGAWI | INTIJATIM.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2026, sebagai langkah strategis menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027. Selasa (24/2/2026).

Forum tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Bappeda, DPRD Komisi II, organisasi profesi guru, MKKS, perwakilan 19 kecamatan, korwil pendidikan, pegiat budaya, hingga tokoh masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah penyerapan aspirasi sekaligus sinkronisasi program prioritas bidang pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Ngawi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggul Winarno, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan RKP Tahun 2027.

“Dalam forum ini kami mengundang beberapa lembaga yang ada di bawah binaan kami, sehingga kami bisa mendapatkan masukan dan usulan yang menjadi prioritas program pada tahun anggaran 2027,” ujarnya.

Kabul menjelaskan, perencanaan tahun 2027 menitikberatkan pada tiga pilar utama. Pertama, pemerataan akses pendidikan dengan memastikan fasilitas pendidikan yang layak menjangkau hingga pelosok desa di Ngawi.

Menurutnya, usulan yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan pembangunan serta perbaikan sarana dan prasarana sekolah maupun lembaga pendidikan.

“Usulan itu yang paling prioritas pembangunan sarana dan prasarana sekolah atau lembaga manakala butuh perbaikan dan rehabilitasi. Gedung sekolah yang sudah diperbaiki akan membuat aman dan nyamannya para siswa mengenyam pendidikan di sekolah,” jelasnya.

Pilar kedua, lanjut Kabul, adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik serta implementasi kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara pilar ketiga menyasar pelestarian kebudayaan lokal dengan mengoptimalkan pengelolaan cagar budaya serta pengembangan seni tradisional sebagai identitas daerah.

Terkait kesejahteraan guru PAUD, Kabul memastikan bahwa insentif guru tetap dianggarkan pada tahun mendatang sehingga kesejahteraan guru juga mendapat perhatian.

Menurutnya, hasil forum ini akan menjadi bahan finalisasi rancangan Renja yang selanjutnya dibahas dalam forum lintas perangkat daerah di tingkat kabupaten.

“Seluruh usulan akan divalidasi dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah,” ungkap Kabul, Selasa (24/2).

Ia menegaskan, setiap kebijakan yang dirumuskan untuk tahun 2027 dipastikan berangkat dari data lapangan dan kebutuhan riil masyarakat Ngawi. “Dengan demikian anggaran tahun 2027 dapat terserap secara efektif, efisien, dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Mei/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!