Penanganan Longsor di Sarangan dan Proyek APBN Rp.50 Milliar Bakal Mengalir ke Magetan
MAGETAN | INTIJATIM.ID – Langkah nyata perbaikan infrastruktur di wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur, mulai menunjukkan titik terang. Dua proyek krusial, yakni penanganan longsor di jalur wisata Sarangan dan rehabilitasi jaringan irigasi atau DI (Daerah Irigasi) Jejeruk, kini tengah menjadi prioritas pengerjaan.
Kepala Bida (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Magetan, Yuli K Iswahyudi mengatakan, terkait kondisi longsor di talud jalan lingkar Sarangan, tim teknis telah bergerak melakukan langkah antisipatif melalui uji mekanika tanah. Proses tersebut melibatkan pengeboran di tiga titik strategis pada lokasi terdampak longsor untuk memastikan stabilitas struktur tanah di kawasan tersebut.
“Hasil dari pengujian ini nantinya akan menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan kembali atau rehabilitasi talud yang jebol. Jika seluruh proses perencanaan berjalan sesuai jadwal, pengerjaan fisik di lapangan diperkirakan akan mulai dilaksanakan pada September 2026,” terang Yuli, Kamis (19/3/2026).
Selain penanganan longsor, kabar baik juga datang dari sektor pertanian. Melalui APBN di bawah naungan BBWS Bengawan Solo, proyek rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Jejeruk Magetan telah memasuki tahapan penting.
”Total anggaran yang dikucurkan untuk proyek vital ini mencapai Rp.50 miliar, dengan rincian pekerjaan fisik sebesar Rp.48 miliar (saat ini sedang dalam proses tender), dan konsultan supervisi sebesar Rp.2 miliar telah dimenangkan dengan nilai penawaran Rp1,7 miliar,” jelasnya.
Menurut Yuli, rehabilitasi DI Jejeruk ini sudah lama dinantikan karena telah cukup lama tidak tersentuh perbaikan oleh pihak BBWS. “Proyek ini memiliki peran vital karena mencakup area manfaat seluas 5.300 hektar lebih,” ungkap Yuli kepada intijatim.id
Kabid SDA menyebut, jaringan irigasi ini nantinya akan mengaliri lahan pertanian di berbagai wilayah strategis, mulai dari kawasan Kota Magetan, Candi, hingga merambah ke wilayah Wengkal (Maspati), Selambah, hingga Takaran.
“Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan produktivitas pertanian di Kabupaten Magetan dapat kembali optimal dan terjaga ketersediaan airnya,” pungkas Yuli K Iswahyudi. (Red/IJ)
![]()



Post Comment