Penyegaran Nakhoda WIKA, Prof. Harris Arthur Hedar Kembali Perkuat Jajaran Komisaris
JAKARTA | INTIJATIM.ID – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) resmi mengumumkan nakhoda baru pasca menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Wika Tower, Jakarta, Senin (11/5/2026). Dalam perombakan tersebut, sosok Prof. Harris Arthur Hedar kembali dipercaya menduduki kursi Komisaris Independen.
Kembalinya Prof Harris dinilai sebagai langkah strategis pemegang saham untuk memperkokoh fungsi pengawasan dan integritas di internal emiten konstruksi pelat merah tersebut. Pengalamannya yang luas di bidang hukum dan organisasi diproyeksikan bakal memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) di tengah tantangan industri infrastruktur nasional.
Nama Harris Arthur Hedar bukanlah sosok baru di panggung kepemimpinan nasional. Selain kiprahnya di WIKA, ia memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua Umum PERADI Profesional periode 2026–2031 dan Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Sebagai Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Harris membawa perspektif akademisi sekaligus praktisi hukum yang mumpuni. Rekam jejaknya dalam memperjuangkan profesionalisme advokat dan penguatan lembaga hukum menjadi modal kuat bagi WIKA untuk memastikan operasional perusahaan tetap berada pada jalur transparansi dan kepatuhan hukum yang tinggi.
Selain penetapan Harris, RUPST juga menetapkan Apri Artoto sebagai Komisaris Utama. Formasi dewan komisaris kian solid dengan hadirnya Suryo Absorotri Utomo dan Aditya Warman sebagai Komisaris Independen, serta Suwarta sebagai Komisaris.
Di lini eksekutif, estafet kepemimpinan operasional kini berada di bawah kendali Ketut Pasek Senjaya Putra yang didapuk sebagai Direktur Utama. Ia akan memimpin transformasi WIKA bersama tim direksi yang terdiri dari Hadjar Seti Adji (Direktur Manajemen SDM dan Transformasi),Hananto Aji (Direktur Operasi I), Sonny Setyadhy (Direktur Operasi II), Vera Kirana (Direktur Manajemen Risiko dan Legal), serta Mulyadi (Direktur Keuangan Menatap Transformasi Berkelanjutan).
Penyegaran organisasi ini menjadi sinyal positif bagi pasar dan pemangku kepentingan. Dengan komposisi baru yang menggabungkan ahli teknis konstruksi, manajer risiko, dan pakar hukum setingkat Prof. Harris Arthur Hedar, WIKA optimistis dapat mengakselerasi transformasi perusahaan.
Fokus utama perseroan ke depan adalah meningkatkan kinerja keuangan, menjaga transparansi, serta memastikan keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional secara profesional dan akuntabel. (Red/IJ)
![]()



Post Comment