Highlight

Sasar Generasi Emas, Ning Ita Sosialisasi Pola Makan B2SA di SMPN 1 dan SMPN 5 Mojokerto

oplus 16908288

MOJOKERTO | INTIJATIM.ID – Pemkot Mojokerto terus memperkuat pondasi kesehatan bagi para pelajar sebagai langkah strategis mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Melalui sosialisasi pola konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman), Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengajak siswa-siswi di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 5 Mojokerto untuk lebih selektif dalam memilih asupan harian, Selasa (12/5/2026).

Dalam kunjungannya, sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut menegaskan bahwa kecerdasan berpikir dan pertumbuhan fisik siswa sangat bergantung pada apa yang mereka konsumsi setiap hari.

​Ning Ita menjelaskan bahwa konsep B2SA bukan sekadar slogan, melainkan pedoman wajib bagi remaja. Mengingat masa remaja adalah fase krusial pertumbuhan organ tubuh, asupan yang masuk tidak boleh hanya didominasi satu jenis nutrisi.

​”Jangan isinya hanya karbohidrat dan protein saja. Harus ada lemak, vitamin, mineral, dan serat. Semua itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kalian,” ujar Ning Ita di hadapan ratusan siswa.

​Walkot Mojokerto juga mengingatkan bahaya konsumsi gula berlebih yang kerap ditemukan dalam jajanan kekinian. “Kadar gula tinggi tidak hanya memicu gangguan kesehatan jangka panjang, tetapi juga secara langsung menurunkan konsentrasi belajar di kelas,” ungkapnya.

​Menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto, Ning Ita menyebut bahwa meskipun program tersebut sudah dipantau ahli gizi, edukasi mandiri bagi siswa tetap krusial. Hal ini dikarenakan siswa masih sering membeli camilan di luar jam makan sekolah.

​Pemkot Mojokerto tidak melarang siswa untuk jajan di pedagang kaki lima atau sekitar sekolah, namun menekankan pentingnya kecerdasan memilih, agar terbebas dari zat berbahaya, tidak hanya satu jenis nutrisi, dan memilih paling bergizi,” jelas Ning Ita, Selasa (12/5).

​Menurutnya, kesehatan dan pendidikan adalah dua pilar utama menuju Generasi Emas Kota Mojokerto. Selain fisik yang sehat, ia juga memotivasi para siswa untuk terus menggali potensi diri tanpa rasa minder.

​”Kalau belum punya prestasi akademik, jangan berkecil hati. Gali potensi kalian di luar akademik seperti olahraga atau seni. Yang penting ditekuni dengan konsisten,” pungkasnya.

​Melalui gerakan sosialisasi serentak ini, Pemkot Mojokerto berharap para pelajar di Bumi Majapahit dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik melalui pola makan yang benar. (Dod/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!