Highlight

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pemprov Jatim Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah

oplus 16908288

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, mulai mengirimkan gelombang kejut ke arah perekonomian global, tak terkecuali bagi Indonesia. Menyadari posisi strategis Jawa Timur sebagai lokomotif industri dan distribusi nasional, Pemprov Jatim bergerak cepat menyusun langkah mitigasi.

​Melalui Rapat Koordinasi dan Diskusi Publik yang digelar di Gedung Negara Grahadi, pada Rabu (25/03), jajaran pimpinan daerah berkumpul untuk merumuskan solusi atas potensi dampak sosial-ekonomi yang mungkin timbul.

Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, jajaran Kepala OPD, hingga para kepala daerah dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.

​Diskusi strategis ini menghadirkan pakar dan pemangku kebijakan ekonomi tingkat nasional, di antaranya Sekretaris Kemenko Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso, serta akademisi dari Universitas Airlangga, Gigih Prihantono. Perwakilan dari Kantor Wilayah Bank Indonesia Jatim pun turut memberikan proyeksi moneter terkini.

​Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang memandu diskusi menekankan bahwa penguatan kolaborasi antara pusat dan daerah adalah kunci.

​”Kita harus mewaspadai dinamika global ini. Antisipasi penguatan nasional diharapkan mampu menjaga stabilitas guna memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Jawa Timur,” tegasnya.

​Disisi lain, Kabupaten Magetan turut menunjukkan komitmennya dalam agenda nasional ini. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, hadir langsung didampingi Kepala Bagian Prokopim Setdakab Magetan.

Partisipasi Pemkab Magetan menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah siap menyelaraskan kebijakan lokal dengan strategi provinsi dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas maupun gangguan rantai pasok global.

​Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap diskusi ini menghasilkan point pentinh dalam upaya pengendalian inflasi. Diantaranya penguatan rantai makanan di Jawa Timur, bersinergi dengan BI untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga energi global, serta mendorong pelaku usaha lokal untuk lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor tertentu.

​Dengan langkah proaktif ini, Jawa Timur optimis dapat menjadi benteng ekonomi yang kokoh di tengah badai geopolitik mancanegara,” tutup Wagub Emil. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!